RADAR GRESIK – Menjelang musim haji tahun 2026, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Gresik mengeluarkan peringatan penting bagi masyarakat.
Warga diminta untuk tetap waspada dan tidak mudah tergiur dengan tawaran keberangkatan haji instan tanpa antrean yang sering kali menjadi modus penipuan.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Gresik, Lulus, menegaskan bahwa keberangkatan haji memiliki prosedur resmi yang tidak bisa dilompati begitu saja. Ia mengingatkan bahwa masa tunggu haji saat ini memang cukup panjang, yakni sekitar 10 tahun untuk haji khusus dan mencapai 28 tahun untuk haji reguler.
Baca Juga: Manjakan Jamaah Haji Lansia, Pemkab Gresik Fasilitasi Kursi Roda dan Paket Kesehatan Gratis
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur terkait tawaran haji tanpa antre dan langsung berangkat. Hati-hati terhadap penipuan atau modus penipuan tersebut,” ujar Lulus, Minggu (26/4).
Untuk tahun ini, tercatat sebanyak 2.675 calon jamaah haji asal Kabupaten Gresik yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci. Namun, Kemenhaj mencatat ada 12 jamaah yang terpaksa menunda keberangkatan karena kondisi tertentu.
Rincian jamaah yang menunda keberangkatan tersebut meliputi tiga orang meninggal dunia, tiga orang sedang sakit, tiga orang alasan keluarga sakit, dan tiga orang alasan lainnya terkait kondisi keluarga.
“Jadi, total calon jamaah haji dari Kabupaten Gresik yang menunda berangkat sebanyak 12 orang,” imbuhnya.
Baca Juga: Sinyal Hijau dari Arab Saudi, Ribuan Jemaah Haji Gresik Mulai Terima Koper dan Perlengkapan
Sesuai jadwal, pemberangkatan jamaah haji asal Gresik akan dimulai pada 2 Mei 2026. Para jamaah terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 42, 43, 44, 45, dan 46. Sementara itu, terdapat kloter tambahan yakni kloter 47 dan 48 yang dijadwalkan berangkat pada 3 Mei 2026 melalui Embarkasi Surabaya.
Lulus memastikan bahwa persiapan teknis sudah hampir mencapai seratus persen. Seluruh tahapan mulai dari manasik haji, pengurusan dokumen visa, hingga pemeriksaan kesehatan telah rampung dilalui para jamaah.
“Koper jamaah bahkan telah didistribusikan ke masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Secara keseluruhan, persiapan kami sudah siap untuk memberangkatkan jamaah,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah