RADAR GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembinaan. Terbaru, pihak Rutan menjalin kerja sama lanjutan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik guna memperkokoh pembinaan kerohanian bagi warga binaan, Rabu (22/4).
Prosesi penandatanganan perjanjian kerja sama ini dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, bersama Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Anggi Fauzi. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Ketua BAZNAS Gresik Muhamad Mujib dan Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik Ainur Rofiq Thoyyib.
Baca Juga: Peringati HBP ke-62, Petugas Rutan Gresik Unjuk Kekompakan di Lomba Tradisional Korwil Surabaya
Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memberikan pembinaan kepribadian yang lebih terstruktur, khususnya di bidang keagamaan. Dengan keterlibatan MUI dan BAZNAS, program pembinaan diharapkan lebih terarah sehingga mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan para warga binaan selama menjalani masa pidana.
Kepala Rutan Gresik, Eko Widiatmoko, menegaskan bahwa pembinaan di dalam Rutan tidak boleh hanya sekadar urusan administratif. Aspek spiritual justru menjadi kunci utama dalam proses transformasi perilaku warga binaan.
“Kerja sama ini adalah langkah strategis untuk membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik. Kami ingin menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual, sehingga mereka memiliki bekal moral yang kuat saat nanti kembali ke tengah masyarakat,” jelas Eko.
Menurutnya, pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar penting dalam sistem pemasyarakatan. Hal ini berperan besar dalam menumbuhkan kesadaran diri dan memperbaiki sikap serta perilaku warga binaan agar tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.
"Dengan adanya kerja sama lanjutan ini, kami optimistis program keagamaan di Rutan Gresik dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh warga binaan," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah