RADAR GRESIK – Persiapan keberangkatan calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Gresik tahun 2026 kini telah memasuki tahap final.
Sebanyak 2.679 jemaah dijadwalkan mulai diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya pada awal Mei mendatang dengan kesiapan dokumen dan logistik yang hampir mencapai seratus persen.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Lulus, menjelaskan bahwa jemaah asal Kabupaten Gresik akan terbagi dalam tujuh kelompok terbang (kloter). Proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap selama dua hari.
Baca Juga: Rayakan Hari Kartini, Siswa TK DWP Kedanyang Banjiri Jalanan Desa dengan Busana Adat
Yang pertama pada Sabtu, (2/5) untuk Kloter 42, 43, 44, 45, dan 46, serta Minggu, (3/5) untuk dua kloter tambahan, yakni Kloter 47 dan 48.
"Persiapan haji telah dilakukan secara menyeluruh sejak beberapa bulan lalu. Seluruh tahapan mulai dari manasik, pengurusan dokumen visa, hingga pemeriksaan kesehatan telah dijalani. Bahkan, koper jemaah sudah didistribusikan ke masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Persiapan bisa dikatakan hampir seratus persen," ungkap Lulus, Jumat (17/4).
Baca Juga: Gegerkan Warga, Pria Asal Lamongan Meninggal Mendadak di Warung Kopi Duduksampeyan Gresik
Tahun ini, komposisi jemaah haji asal Gresik didominasi oleh kaum hawa, dengan rincian 1.455 jemaah perempuan dan 1.225 jemaah laki-laki. Dari total jemaah tersebut, aspek usia menjadi perhatian serius pihak kementerian.
Tercatat sebanyak 23 persen jemaah masuk dalam kategori lansia (di atas 65 tahun), dengan jemaah tertua menyentuh usia 95 tahun.
"Untuk jemaah lansia, kami pastikan didampingi oleh pendamping dari pihak keluarga. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci," tambahnya.
Baca Juga: Ziarah ke Gresik, Ketua MPR RI Ahmad Muzani Doakan Bangsa dan Dorong Wisata Religi
Terkait aspek pembiayaan, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 untuk wilayah Embarkasi Surabaya ditetapkan sebesar Rp93.860.981.
Adapun skema pembiayaannya BPIH (Dibayar Langsung Jemaah) sebesar Rp60.645.422, serta nilai manfaat (Subsidi) sekitar Rp33,2 juta (berasal dari hasil pengelolaan dana haji).
Lulus menegaskan bahwa meski terjadi fluktuasi harga avtur dunia, pemerintah berkomitmen untuk tidak menaikkan biaya yang dibebankan kepada jemaah.
Baca Juga: Targetkan Kembali Juara Umum, Bupati Gresik Resmi Buka MTQ XXXII di Islamic Center Balongpanggang
Selama pelaksanaan ibadah, jemaah akan terus mendapatkan pendampingan serta pembinaan dari petugas haji yang telah disiagakan agar seluruh prosesi ibadah berjalan lancar dan mabrur. (jar/han)
Editor : Hany Akasah