RADAR GRESIK – Tradisi Malam Selawe di kawasan religi Makam Sunan Giri tahun ini dipastikan bakal lebih semarak dengan sentuhan lokal yang kuat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tidak hanya menyiapkan rangkaian ibadah, tetapi juga memfasilitasi puluhan stan UMKM yang khusus menyajikan jajanan tradisional khas Kota Pudak.
Persiapan acara yang membentang dari depan Kantor Kecamatan Kebomas hingga area pemakaman Sunan Giri ini dilaporkan telah mencapai 90 persen.
Camat Kebomas, Tri Joko Efendi, mengungkapkan ada nuansa berbeda pada pelaksanaan tahun ini. Sebanyak 50 hingga 60 stan UMKM akan berjajar di depan Kantor Kecamatan untuk menjajakan jajanan khas Gresik tempo dulu.
“Tujuannya bukan sekadar meramaikan, tapi kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan sehat dan bergizi melalui jajanan tradisional. Harapannya, generasi masa depan kita tumbuh sehat,” ujar Tri Joko saat meninjau persiapan, Jumat (13/3).
Ia juga mendorong program One Village One Product (OVOP) agar setiap desa di Kecamatan Kebomas memiliki produk unggulan yang bisa dipamerkan kepada para peziarah dan wisatawan yang datang selama momen Malam Selawe.
Selain bazar kuliner, inti dari tradisi Malam Selawe tetap berpusat di Masjid Ainul Yaqin Sunan Giri. Rangkaian kegiatan spiritual seperti munajat dan pembacaan 1.000 surat Al-Ikhlas akan menjadi magnet bagi ribuan jemaah.
Sebagai bentuk syukur, panitia telah menyiapkan 2.000 Porsi Nasi Kebuli yang akan dibagikan gratis kepada para jemaah dan 500 Kupat Keteq yaitu kuliner khas Giri yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
“Pembagian Kupat Keteq ini adalah bentuk apresiasi atas penetapan tradisi Malam Selawe dan Kupat Keteq sebagai warisan budaya asli Gresik,” tambah Tri Joko.
Acara ini dijadwalkan akan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Ketua MUI, serta jajaran kiai sepuh Gresik. Untuk mendukung kelancaran acara, proses loading tenda UMKM mulai dilakukan pada Sabtu (14/3) besok.
Pihak kecamatan juga memastikan koordinasi dengan aparat pengamanan dan petugas kebersihan telah tuntas dilakukan agar kenyamanan para peziarah tetap terjaga di tengah padatnya arus massa. (jar/han)
Editor : Hany Akasah