RADAR GRESIK – Perlintasan Kereta Api (KA) di Jalan Raya Cerme Lor, Kabupaten Gresik, kembali menjadi sorotan tajam.
Titik ini telah lama dikeluhkan sebagai biang kemacetan parah yang seolah menjadi "rutinitas neraka" bagi pengguna jalan, namun hingga kini solusi konkret dari pemerintah maupun instansi terkait tak kunjung terealisasi.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter setiap harinya, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Masalah utama terletak pada penyempitan badan jalan (bottleneck) tepat di area rel, yang diperparah dengan tingginya frekuensi perjalanan kereta api yang melintas.
Iksan, warga Benjeng yang setiap hari melintasi jalur tersebut, mengaku jenuh dengan kondisi yang tidak pernah berubah selama bertahun-tahun.
"Kalau pagi jam 06.00 sampai 08.00 WIB sudah pasti macet. Sore lebih parah lagi. Begitu palang pintu ditutup, kendaraan langsung menumpuk. Belum sempat arus lancar, kereta susulan datang lagi. Jalannya yang menyempit di atas rel itu yang bikin makin susah," keluhnya, Kamis (12/2).
Kondisi ini semakin diperparah dengan banyaknya truk industri bermuatan besar yang melintas di jam sibuk. Ismanto, warga Cerme, menilai kapasitas jalan saat ini sudah sangat tidak layak dibandingkan dengan volume kendaraan yang terus meningkat setiap tahun.
"Sekarang kendaraan makin banyak, pekerja pabrik dan truk industri numpuk di sini. Jalan di sekitar rel itu sempit, arus dari dua arah saling berebut ruang," ujar Ismanto.
Warga juga menyoroti keberadaan Tol Krian-Bunder yang dirasa belum efektif mengurai kemacetan menuju arah Menganti. Hal ini dikarenakan pintu keluar tol berada sebelum perlintasan kereta, sehingga beban kendaraan tetap menumpuk di titik yang sama.
Masyarakat kini menagih janji pemerintah terkait wacana pelebaran jalan atau pembangunan flyover (jembatan layang) yang sudah bertahun-tahun terdengar namun hanya menjadi isu belaka.
"Harusnya ada solusi nyata, mau dilebarkan atau dibangun flyover sekalian. Jangan tiap tahun cuma jadi bahan keluhan tanpa ada langkah tegas. Kami lelah, sampai kapan harus begini terus?" tutup Ismanto dengan nada kecewa.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Gresik bersama PT KAI dan Dinas Perhubungan segera melakukan evaluasi menyeluruh. Jika dibiarkan, kemacetan kronis ini dikhawatirkan akan terus menghambat aktivitas ekonomi dan mengancam keselamatan pengguna jalan di wilayah Cerme dan sekitarnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah