Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Libur Nataru, Ribuan Penumpang Padati Pelabuhan Gresik Menuju Pulau Bawean

Fajar Yuliyanto • Senin, 29 Desember 2025 | 04:47 WIB
Suasana di Pelabuhan Gresik saat melayani sebanyak 1.520 penumpang yang menjalani mudik Nataru menuju Pulau Bawean dengan pengamanan ketat dari petugas gabungan.
Suasana di Pelabuhan Gresik saat melayani sebanyak 1.520 penumpang yang menjalani mudik Nataru menuju Pulau Bawean dengan pengamanan ketat dari petugas gabungan.

RADAR GRESIK – Pelaksanaan arus mudik liburan panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 di Pelabuhan Gresik terpantau berjalan kondusif dan terkendali.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik selaku regulator bersama operator Pelabuhan Pelindo Gresik telah menyiagakan Posko Nataru sebagai langkah monitoring pengamanan serta memastikan kelancaran arus penumpang.

Sejak posko resmi dibuka pada 18 Desember hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.520 penumpang telah diberangkatkan dari Pelabuhan Gresik menuju Pulau Bawean.

Menariknya, dalam sepekan terakhir mayoritas penumpang yang memadati terminal didominasi oleh warga perantau asal Malaysia dan Singapura yang merupakan keturunan asli Pulau Bawean.

Salah satu pemudik, Tempal, yang kini telah menjadi warga negara Malaysia, mengaku sengaja memanfaatkan momentum libur panjang yang bertepatan dengan masa liburan sekolah untuk pulang ke tanah kelahiran.

"Ini mudik ke kampung kelahiran bertemu orang tua atau nenek dari anak-anak. Saya bawa rombongan 12 orang ke Bawean," kata pria keturunan Desa Sukaoneng tersebut.

Tempal juga memberikan apresiasi terhadap kenyamanan fasilitas terminal selama masa tunggu keberangkatan. Ia merasa fasilitas yang tersedia sangat memadai sehingga proses mudik terasa lebih lancar.

“Alhamdulillah setiap tahun bisa pulang dan bertemu dan silaturahmi keluarga di Pulau Bawean,” jelasnya.

Kepala KSOP Kelas II Gresik, Capt. Herbert E.P. Marpaung, menjelaskan bahwa pelaksanaan Posko Angkutan Laut Nataru ini berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026 dengan mengerahkan tiga armada, yakni dua kapal cepat dan satu kapal ferry.

Berdasarkan data evaluasi sementara, pergerakan penumpang cukup dinamis. "Mulai tanggal 18 sampai hari ini, sudah ada 1.520 penumpang dari Gresik-Bawean, dan 851 dari Bawean menuju Gresik,” ujarnya.

Meskipun sempat terjadi kendala alam, Capt. Herbert memastikan pelayanan tetap berjalan maksimal.

“Beberapa hari yang lalu, memang ada penundaan karena cuaca kurang baik. Namun, tidak sampai ada penumpukan penumpang dan semuanya terkendali. Hingga akhir tahun diperkirakan cuaca bagus untuk melayani penyeberangan Gresik-Bawean. Kami tetap monitoring BMKG sebelum keberangkatan kapal,” imbuhnya.

Puncak arus mudik sendiri diperkirakan mulai terjadi pada Kamis (25/12) di mana kapal Express Bahari 3F yang memiliki kapasitas 400 penumpang berangkat dengan kondisi kursi terisi penuh.

Demi menjamin keamanan, KSOP Kelas II Gresik menerjunkan 101 personel yang berjaga secara bergantian bersama petugas maritim lainnya dari Polsek Kawasan Pelabuhan, Kamladu, Pelindo, Kodim, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK), Dinkes, Satpol PP, Dishub, hingga Pramuka.

"Semuanya berjaga saat keberangkatan dan kedatangan kapal," terangnya.

Selain pengamanan, langkah preventif juga dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan awak kapal bekerja sama dengan tim medis dari BBKK, RS Petrokimia, dan Dinas Kesehatan. Keterlibatan Pramuka Saka Bahari, Saka Bhayangkara, serta Taruna Poltekpel juga menjadi bagian penting untuk mengenalkan pentingnya keselamatan pelayaran sejak dini.

Capt. Herbert juga menekankan bahwa aspek kelaikan kapal telah dipastikan melalui ramp check jauh-jauh hari, namun pemeriksaan rutin tetap dilakukan setiap kali kapal akan bertolak maupun saat kedatangan (debarkasi).

"Memastikan semua prosedur dilakukan oleh operator kapal. Terlebih akses emergency tidak terhambat barang penumpang. Sisi keamanan dan keselamatan, sebelum naik kapal, ada pemeriksaan secara berlapis. Mulai dari konter operator, masuk ke terminal pemeriksaan boarding pass secara online, hingga menuju kapal," imbuhnya.

Seluruh pergerakan di Pelabuhan Gresik dipantau secara real-time melalui 9 titik CCTV yang terhubung langsung ke Kementerian Perhubungan. Petugas juga menggunakan aplikasi I-motion berbasis AIS untuk memantau pergerakan kapal serta memajang data BMKG di area posko.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, disediakan pula barcode survei kepuasan masyarakat.

“Kami juga menerjunkan petugas patroli laut untuk kelancaran transportasi kapal muatan barang di Pelabuhan Gresik dan TUKS lainnya,” ungkap Capt. Herbert mengakhiri keterangannya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#malaysia #Kapal #gresik #nataru #BAWEAN #ksop