RADAR GRESIK — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Cerme terus berbenah dalam meningkatkan prasarana organisasi.
Di bawah kepemimpinan Harianto, M.Pd., MWCNU Cerme tengah melakukan renovasi besar-besaran pada aset gedung ruko yang diproyeksikan menjadi pusat operasional yang representatif bagi seluruh pengurus, lembaga, dan badan otonom (Banom) di lingkungan NU Cerme.
Proses renovasi yang berlangsung sejak 1 hingga 15 Desember ini melibatkan vendor profesional dengan 11 tenaga ahli. Menariknya, gedung yang terletak di lantai dua ini merupakan merupakan tanah dan bangunan Hibah dari tokoh Agama sekaligus Mantan Ketua Tanfidziyah MWCNU Cerme.
Ruangan seluas 5,5 x 9 meter tersebut didesain dengan konsep modern yang mengadopsi nuansa kantor PBNU Pusat di Jakarta, lengkap dengan fasilitas pendingin udara (AC) dan ruang pertemuan formal.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Cerme, Harianto, M.Pd., menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menciptakan iklim organisasi yang lebih profesional. Selain ruang utama di lantai dua, satu ruko di lantai bawah tetap disewakan guna menjadi sumber pemasukan mandiri (kas operasional) bagi MWCNU Cerme.
“Harapan ke depan, kantor ini akan dilengkapi meja dan kursi rapat sehingga bisa difungsikan sebagaimana mestinya secara resmi. Konsepnya kami buat seperti kantor PBNU pusat. Awal Februari nanti, kami juga berencana melakukan pembaruan kontrak ruko lainnya sebagai penunjang operasional,” ujar Harianto.
Selain kantor Induk/Utama MWCNU Cerme di Jl. Raya Pasar Cerme Lor No. 12 Cerme Gresik, MWCNU Cerme juga memiliki Kantor Kesekretariatan Bersama MWCNU Cerme yang juga ditempati Lembaga NU dan Badan Otonom NU Cerme yang berlokasi di Perumahan Alam Singgasana Blok A Cerme Gresik.
Selain peningkatan fisik bangunan, momen ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat struktur organisasi melalui pembentukan pengurus Jam'iyyah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyah (Jatman) di tingkat kecamatan.
Kehadiran Jatman bertujuan untuk membina spiritualitas umat dan memperkuat ajaran Islam Ahlussunnah Waljama'ah An Nahdhiyah melalui tarekat yang diakui secara sah di Indonesia.
Ustadz H. Masmu'ad, M.Pd yang mewakili Mustasyar dan Syuriyah MWCNU Cerme menyambut positif langkah kemajuan ini. Ia menilai keberadaan kantor yang tetap akan menjadi pemacu semangat bagi para kader muda NU di Cerme.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga amanah atas bangunan yang memiliki nilai sejarah besar bagi masyarakat Darussalam tersebut.
“Organisasi itu harus memiliki kantor, meskipun kecil namun bisa dimanfaatkan. Dengan ditempatinya kantor baru ini, semoga memberikan semangat bagi anak-anak muda. Jika nanti membutuhkan ruang yang lebih luas untuk kegiatan besar, kita masih bisa memanfaatkan Aula KH. Ghufron Thohir YPI Darussalam Cerme,” tutur Ustadz Masmu'ad.
Terkait mekanisme organisasi, pemilihan pengurus Jatman dilaksanakan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Ustadz Husni Fitriyawan, M.Ag Wakil Ketua 1 Tanfidziyah MWCNU Cerme menjelaskan bahwa pembentukan ini dilakukan atas instruksi PCNU Gresik guna mengakomodir para pengamal tarekat di wilayah Cerme agar berkembang lebih baik.
Syarat utama menjadi pengurus Jatman adalah warga negara Indonesia yang telah dibaiat masuk ke dalam tarekat mu'tabarah. Melalui proses musyawarah mufakat yang melibatkan perwakilan ranting, terpilihlah KH. Mahrus Huda, M.Ag., sebagai Mudhir (Ketua Pelaksana) Jatman MWCNU Cerme. (rir/han)
Editor : Hany Akasah