RADAR GRESIK – Pemerintah Desa (Pemdes) Pranti, Kecamatan Menganti, menggelar forum jaring aspirasi warga Perumahan Golden East Menganti bersama anggota DPRD Gresik.
Pertemuan yang berlangsung di Balai Desa Pranti tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas dua persoalan utama banjir yang kerap melanda kawasan dan kerusakan infrastruktur jalan desa.
Kepala Desa Pranti, Hardi, mengatakan forum ini digelar untuk menampung langsung keluhan serta kebutuhan masyarakat.
“Ini kita menampung aspirasi dari warga Golden East Menganti terkait kondisi banjir dan jalan. Alhamdulillah, malam itu sudah muncul beberapa solusi dan nanti akan kami sampaikan kepada Pak Camat,” ujarnya, Senin (24/11).
Hardi menambahkan, dalam waktu dekat pihak kecamatan akan mengundang developer, pemerintah desa, dan perwakilan warga untuk merumuskan kesepakatan bersama.
Baca Juga: Peringati Hari Guru dan Milad Muhammadiyah ke-113, SD Muhammadiyah Manyar Gelar Drama Kolosal Perjuangan KH Ahmad Dahlan
“Insyaallah dalam waktu dekat Pak Camat akan mengundang pihak developer, pemerintah desa, maupun warga untuk menyusun kesepakatan bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menyampaikan ada dua poin penting yang dicapai dalam forum aspirasi tersebut.
Pertama, akan digelar pertemuan tiga unsur pemerintah desa, kecamatan, dan warga Golden East untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait banjir dan jalan rusak.
Kedua, forum juga membahas opsi rabat beton sebagai solusi perbaikan jalan, mengingat kondisi kontur tanah yang rendah, seringnya banjir, dan beban jalan yang dilalui kendaraan berat.
“Insyaallah dalam waktu dekat agenda lanjutan akan dilaksanakan. Kita menunggu pertemuan berikutnya,” kata Hamdi.
Hamdi mengungkapkan, kondisi jalan poros desa yang menghubungkan Desa Pranti dan Desa Beton kini semakin parah. Sekitar 400 meter ruas jalan disebut membutuhkan perbaikan segera. Kerusakan itu semakin memburuk akibat jebolnya anak Kali Lamong di wilayah Pranti dan Bringkang.
Unit Reaksi Cepat (URC) sebelumnya telah melakukan pemadatan sekitar 50 meter sebagai langkah penanganan awal. “Melalui forum ini, pemerintah desa dan legislatif berharap penanganan banjir dan perbaikan jalan dapat segera direalisasikan demi kelancaran mobilitas dan kenyamanan warga,” pungkas Hamdi.(jar/han)
Editor : Hany Akasah