RADAR GRESIK – Warga Kabupaten Gresik diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang diprakirakan tidak menentu dan berpotensi ekstrem sepanjang hari ini, Senin, 27 Oktober 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bahwa potensi hujan petir dapat terjadi dengan intensitas bervariasi mulai dari pagi hingga malam hari.
Cuaca pagi hari ini diperkirakan berawan, namun potensi hujan ringan disertai petir sudah dapat terjadi sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Suhu udara pada rentang waktu ini diprediksi berkisar antara 25 hingga 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 64 hingga 93 persen.
Kondisi ini membuat suasana pagi hari di Gresik terasa cukup sejuk namun basah oleh hujan lokal yang mungkin tiba-tiba.
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan dengan intensitas sedang disertai petir diperkirakan akan meningkat. Puncak peningkatan intensitas ini diprediksi terjadi pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.
Suhu udara siang hari relatif stabil di kisaran 30 hingga 31 derajat Celsius, namun kelembapan udara akan tetap tinggi, berada di sekitar 78 hingga 90 persen. Demi keselamatan, warga diminta untuk sebisa mungkin menghindari aktivitas di luar ruangan saat intensitas hujan petir sedang tinggi.
Pada malam hari, potensi hujan ringan masih dapat terjadi. Suhu udara akan turun menjadi 24 hingga 27 derajat Celsius, sementara kelembapan mencapai 83 hingga 96 persen, yang akan meningkatkan rasa dingin di udara malam Gresik.
Selain hujan, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi angin kencang. Perubahan cuaca yang cepat merupakan ciri khas masa pancaroba, yang menuntut kesiapsiagaan tinggi dari masyarakat.
Secara umum, cuaca di Gresik hari ini cenderung berawan dengan diselingi hujan ringan hingga sedang yang kadang disertai petir.
BMKG menyarankan masyarakat untuk mempersiapkan perlengkapan hujan seperti payung atau jas hujan, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca agar dapat menjalani aktivitas dengan aman dan nyaman. Kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di musim pancaroba sangat penting untuk meminimalisir risiko bencana.
Warga diharapkan selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru dari BMKG dan sarana komunikasi resmi lainnya agar segala kemungkinan cuaca buruk dapat diantisipasi dengan baik. (zah/han)
Editor : Hany Akasah