RADAR GRESIK - Suhu udara di Kabupaten Gresik dalam beberapa pekan terakhir terasa semakin menyengat. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di wilayah Gresik dapat mencapai 34 derajat Celcius pada siang hari.
Fenomena cuaca panas ekstrem ini patut diwaspadai karena berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr. Puspitasari Wardani, menjelaskan bahwa paparan panas berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius.
“Gangguan kesehatan yang mungkin muncul karena cuaca panas ekstrem antara lain heatstroke, iritasi kulit, dan sakit kepala sebelah (migrain) akibat paparan panas matahari yang berlebihan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan heatstroke atau serangan panas, merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu lagi mengatur suhu akibat terpapar panas tinggi terlalu lama. Ini adalah kondisi paling berbahaya yang harus dihindari.
Selain itu, cuaca panas juga berpotensi menyebabkan iritasi kulit karena keringat berlebih yang menutup pori-pori. Sementara migrain akibat paparan sinar matahari sering dialami oleh orang dengan aktivitas luar ruangan tanpa pelindung kepala.
Dr. Puspitasari juga menyoroti ibu hamil sebagai kelompok yang sangat rentan terhadap dampak cuaca panas ekstrem.
“Untuk ibu hamil, gangguan kesehatan yang mungkin muncul adalah kelelahan berlebihan, heatstroke, dan dehidrasi,” pungkasnya, mengimbau agar kelompok rentan ini membatasi aktivitas di luar ruangan saat puncak terik matahari. (jar/han)
Editor : Hany Akasah