RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Aksi Bersih Lingkungan di Sungai Desa Manyar Sidomukti pada Jumat (3/10/2025). Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Instruksi Menteri Lingkungan Hidup dalam rangka mendukung World Cleanup Day (WCD) Indonesia Tahun 2025, yang bertujuan mendorong gerakan global kerja bakti massal melawan krisis sampah.
Aksi bersih lingkungan di Gresik ini dikolaborasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Badan Riset Urusan Sungai Nusantara (BRUIN) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gresik.
Kepala DLH Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, menjelaskan bahwa aksi ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Gerakan Aksi Bersih Lingkungan serentak di seluruh Kabupaten Gresik yang rutin dilaksanakan setiap Jumat awal bulan, mendasari Surat Edaran Bupati Gresik.
"Total peserta kegiatan yang terlibat mencapai 260 orang, berasal dari unsur perangkat daerah, instansi terkait (TNI/Polri), sektor swasta (PT. Maspion, PT. Liwayway, dll.), serta perwakilan desa dan sekolah, termasuk SMK Yasmu Manyar," ujarnya.
Lebih lanjut, Sri Subaidah menjelaskan tujuan utama kegiatan ini adalah membersihkan timbulan sampah (anorganik dan organik) di area sekitar Sungai Desa Manyar Sidomukti, meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya sampah plastik dan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
"Serta memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah yang bijak dan mendukung agenda global WCD dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui partisipasi aktif masyarakat," imbuhnya.
Sementara itu Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gresik, dr. Shinta Puspitasari, menyampaikan bahwa kegiatan ini mengandung pesan penting, yaitu tanggung jawab moral terhadap kelestarian lingkungan.
"Gerakan ini merupakan wujud nyata kepedulian serta tanggung jawab moral kita terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem sungai yang memiliki peran vital sebagai sumber kehidupan sekaligus penopang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Gresik," ujar dr. Shinta.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor yang terjalin antara pemerintah, komunitas, dan mitra swasta ini menjadi contoh nyata semangat gotong royong dalam mewujudkan Gresik yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Hasil yang dicapai dari aksi bersih ini meliputi berhasilnya pengumpulan sampah dari kawasan sungai, meningkatnya kolaborasi antar instansi, dan meningkatnya kesadaran publik melalui edukasi sampah plastik.
"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi menjadi awal dari gerakan berkelanjutan dalam membangun kesadaran menjaga kelestarian lingkungan," tutup dr. Shinta.
Dalam pelaksanaannya semua peserta dibagi menjadi tiga tim dan saling berlomba mengumpulkan sampah, seluruh sampah tersebut ditimbang dan pemenang mendapatkan reward dari DLH. (rir/han)
Editor : Hany Akasah