Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Duka Al Khoziny, Berikut Ungkapan Haru Senator Jatim Lia Istifhama, Saat Cobaan Menerpa Santri Pencari Ilmu, Sang Pelita Kehidupan

Hany Akasah • Rabu, 1 Oktober 2025 | 21:04 WIB
Lia Istifhama
Lia Istifhama

RADAR GRESIK - Musibah memilukan menimpa Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, salah satu pesantren tertua di Jawa Timur yang berdiri sejak 1920-an.

Pada Senin (29/9/2025), musala asrama putra yang tengah dalam proses pembangunan tiba-tiba ambruk saat digunakan sekitar 100 santri untuk melaksanakan salat Ashar.

Dalam sekejap, dinding dan material cor bangunan yang belum matang menimbun para penuntut ilmu itu. Isak tangis dan jerit kesakitan santri pun pecah di balik reruntuhan. Hingga Selasa (30/9/2025), tercatat 38 santri menjadi korban, dengan tiga di antaranya Maulana Alfan Abrahimafic, Mochammad Mashudulhaq, dan Muhammad Soleh dinyatakan meninggal dunia. 

Duka mendalam ini tak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga seluruh masyarakat, termasuk Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Dalam keterangannya, Ning Lia mengutip hadis Rasulullah SAW.

“Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada penuntut ilmu karena ridha kepada apa yang dituntutnya (HR. Thayaalisi dari Shafwan bin ‘Asal). Santri adalah pelita kehidupan. Mereka para pencari ilmu, yang dengan ketulusan niatnya dinaungi cahaya sayap-sayap malaikat. Musibah ini bukan hanya duka bagi Al Khoziny, tapi duka kita semua,” ungkap Ning Lia dengan suara bergetar.

Putri ulama NU KH Maskur Hasyim itu menegaskan, para santri adalah generasi penerus bangsa. Mereka tidak hanya belajar ilmu, tetapi juga menanamkan moralitas agama. Karena itu, lanjutnya, trauma mendalam yang dialami sekitar 98 santri yang luka-luka harus menjadi perhatian bersama.

“Syubbanul yaum rijalul ghod, hari ini mereka pemuda, besok mereka pemimpin. Justru dari musibah ini kita berharap lahir generasi tangguh dan kuat,” imbuhnya.

Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai itu menyampaikan doa penguat hati kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim:

“Tiada seorang muslim yang ditinggal meninggal dunia oleh tiga anaknya yang belum mencapai dewasa melainkan Allah akan memasukkannya ke dalam surga oleh kemurahan rahmat-Nya.”

“Anak-anak kita yang wafat saat khusyuk sholat Ashar, insya Allah dalam husnul khotimah. Mereka tak lagi merasakan sakit, dan justru akan menjadi penjemput orang tuanya di pintu surga,” ujar Ning Lia penuh haru.

Dalam Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, disebutkan betapa mulianya kedudukan santri. Bahkan Sayyidina Ali RA meriwayatkan sabda Nabi. Mereka (orang-orang berilmu) adalah pelita-pelita umatmu di dunia dan akhirat. Beruntunglah orang yang mengenal mereka, dan celakalah orang yang membenci mereka.

Senator asal Jatim itu mengungkapkan duka dengan doa agar semua korban selamat diberi kekuatan, sedangkan keluarga korban meninggal diberi ketabahan.

“Musibah Al Khoziny adalah panggilan bagi kita semua. Mari kita jaga para pencari ilmu, karena dari mereka lahir pemimpin yang akan menuntun bangsa dengan cahaya ilmu dan akhlak,” pungkasnya.

Ning Lia juga mengapresiasi gerak cepat Gubernur Jatim Khofifah turun langsung ke lokasi memastikan seluruh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Sidoarjo bersama Basarnas, TNI- POLRI serta relawan.

Berdasarkan data BPBD Jatim, perkembangan kejadian hari ini (30/9) pukul 11.00 WIB dengan data yang masih berkembang, total korban yang telah teridentifikasi sebanyak 100 orang. Terdiri dari pasien rawat inap sebanyak 26 orang, pasien telah kembali pulang  sebanyak 70 orang, 1 orang pasien dirujuk dari RS Siti Hajjar ke RSI Sakinah Mojokerto, dan korban meninggal dunia sebanyak 3 orang. Proses evakuasi masih berlangsung," ujarnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan, ekskavator tetap bersiaga di lokasi. Namun, kondisi reruntuhan bangunan saat ini  belum memungkinkan menggunakan ekskavator.

"Proses evakuasi terus berlanjut memberikan layanan kepada mereka yang masih bisa berkomunikasi di bawah reruntuhan. Termasuk memberikan oksigen dan air sehingga ada ketahanan tubuh juga deteksi monitor peralatan yang disiapkan," tuturnya. 

 Terkait para wali santri yang saat ini mencari keberadaan anak-anaknya, Pemprov Jatim bersama pengasuh pondok membuka Crisis Center yang berada di lokasi pondok. “Ada di dalam crisis center itu yaitu tim lintas instansi dan pengasuh pondok untuk memfasilitasi wali santri yang menanyakan kondisi anaknya," tutur Khofifah.

Sementara itu, puluhan mobil ambulans didatangkan ke lokasi untuk mengevakuasi para korban agar langsung dilarikan ke rumah sakit. “Ada 5 rumah sakit, yakni RSI Siti Hajar, RSUD RT Notopuro, RS Delta Surya RS Sheila Medika dan RSUD Sidoarjo," kata Khofifah. (*)

Editor : Hany Akasah
#Santri #jatim #Al Khoziny #Musala #Lia Istifhama #Ning Li