RADAR GRESIK - Belasan tiang lampu di Alun-alun Gresik yang biasanya berdiri berjejer kini sudah tidak ada lagi, menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik memastikan tiang-tiang lampu tersebut tidak hilang.
Terdapat 11 titik kosong di Alun-alun Gresik yang sebelumnya menjadi tempat berdirinya tiang penerangan, tersebar di pojok barat, area tengah, hingga sisi timur.
Kondisi ini membuat pencahayaan di malam hari berkurang, dikhawatirkan tempat tersebut akan kembali digunakan untuk kegiatan yang tidak senonoh.
Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah, memastikan bahwa belasan tiang lampu tersebut sengaja diturunkan karena kondisinya sudah membahayakan.
“Untuk tiang lampu yang berjumlah 11 buah tidak hilang, tapi karena rusak, keropos, dan patah sehingga diamankan oleh teman-teman di gudang alun,” kata Subaidah, Selasa (30/9).
Hal serupa diungkapkan Petugas DLH Gresik, Maya. Ia memastikan bahwa tiang-tiang lampu tersebut diamankan sejak beberapa bulan terakhir.
“Tidak hilang tapi diamankan. Sejak beberapa bulan lalu kami mulai mencopot tiang-tiang yang kondisinya rapuh. Yang terbaru, dua minggu lalu di sisi timur, ada tiang patah sehingga langsung kita amankan. Kalau dibiarkan, resikonya bisa menimpa pengunjung,” ujarnya.
Meski belasan tiang lampu telah dicopot, DLH Gresik menegaskan bahwa penerangan di Alun-alun Gresik tetap menjadi prioritas. Rencana perbaikan dan penambahan lampu juga sudah disiapkan.
“Kami pastikan semua tiang yang rusak akan diperbaiki dan secepatnya dipasang kembali,” pungkas Subaidah. (jar/han)
Editor : Hany Akasah