RADAR GRESIK - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik diliputi duka mendalam setelah salah satu petugas terbaiknya, Kharis Mardiansyah, berpulang pada Rabu (3/9). Almarhum wafat pada usia 42 tahun di Rumah Sakit Husada Utama, Surabaya.
Prosesi pemakaman berlangsung secara kedinasan sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi almarhum. Upacara pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Yuliawan Dwi Nugroho, yang turut hadir bersama seluruh jajaran petugas Rutan sebagai wujud solidaritas.
Yuliawan menyampaikan rasa belasungkawa dan kehilangan yang mendalam. Ia mengenang sosok Kharis Mardiansyah sebagai pribadi yang penuh dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab.
"Kami semua merasa kehilangan. Almarhum adalah bagian dari keluarga besar kami di Rutan Gresik," ujar Yuliawan.
Ia menambahkan, bahwa almarhum adalah petugas yang sangat berdedikasi. "Apapun perintah dari pimpinan, baik siang maupun malam, selalu dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Keamanan Rutan selalu menjadi prioritas utama bagi beliau," imbuhnya.
Setelah upacara di rumah duka, Kepala Rutan beserta jajaran mengantar jenazah almarhum ke peristirahatan terakhir di TPU Mbah Ratu, Surabaya.
Kehadiran seluruh jajaran Rutan Gresik menjadi bukti nyata bahwa almarhum meninggalkan teladan baik serta jejak pengabdian yang tidak akan terlupakan. (yud/han)
Editor : Hany Akasah