Menganti – Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik memberikan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) dan media digital kepada Karang Taruna serta warga Desa Bringkang, Kecamatan Menganti. Program yang diberinama Teras Desa yang merupakan akronim "Temu Jurnalis dan Aksi Literasi Desa" ini digelar bersamaan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) oleh BNN, Babinsa, dan Polri, Kamis (14/08) malam.
Dihadapan peserta, Anggota PWI Gresik, Muhammad Firman Syah menegaskan urgensi keterampilan digital di tengah dinamika pasar tenaga kerja. Ia menautkan isu minimnya lapangan pekerjaan dengan peluang ekonomi baru berbasis teknologi, dari wirausaha konten hingga layanan kreatif.
"AI bisa membantu kita membuat naskah berita, menyampaikan aspirasi, bahkan menghasilkan karya seni. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya secara positif,” ujarnya.
Jurnalis senior yang akrab disapa Cak Fir itu menyebut, narasi ini relevan dengan lanskap nasional yang kian digital. Hal ini dibuktikan dengan penetrasi internet Indonesia pada 2025 telah menembus 80,66 persen atau naik dari yang sebelumnya 79,5 persen pada 2024.
"Cukup ketik perintah atau Prompt. maka Ai yang akan mengerjakan semuanya," imbuhnya.
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan sejumlah platform gratis yang dapat diakses secara luas. Di antaranya, ChatGPT untuk produksi teks kreatif dan informasi, Canva untuk desain visual, dan Suno AI untuk pembuatan musik. Firman juga memaparkan alur kerja kreatif mulai dari riset data hingga distribusi konten multi-platform dengan penekanan pada akurasi dan etika publikasi.
"Pendekatan ini selaras dengan dorongan pemerintah agar masyarakat memanfaatkan AI secara proaktif dan bertanggung jawab menangkap peluang sekaligus mengelola risiko," paparnya.
Pada bagian lain, Sekretaris Desa Bringkang Menganti, Hendra Tri menyambut positif kolaborasi PWI Gresik dengan Pemdes Bringkang.
Menurut Hendra, seiring perkembangan zaman pengguna media digital terus meningkat. Kondisi ini dinilai membuka ruang pemanfaatan teknologi digital di desa-desa.
"Keterampilan digital dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan usaha kreatif dan memperluas peluang ekonomi di tingkat lokal," kata Hendra.
Dia berharap kegiatan serupa dapat direplikasi di desa-desa lain, sehingga masyarakat mampu bertransformasi dari sekadar pengguna teknologi menjadi produsen konten dan layanan digital yang etis, kreatif dan berdaya saing. (Fir)
Editor : Cak Fir