RADAR GRESIK - Pelebaran jalan penghubung Gresik-Surabaya kembali dilanjutkan tahun ini. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik menargetkan penambahan panjang jalan mencapai 950 meter.
Pelebaran ini mencakup ruas Menganti-Lakarsantri sepanjang 250 meter di sisi timur. Ruas tersebut pada tahun sebelumnya sudah memiliki lebar 11 meter sepanjang 350 meter. Sementara itu, di sisi barat, ruas Menganti-Bringkang akan dilebarkan sepanjang 700 meter tahun ini, melanjutkan proyek tahun lalu sepanjang 1,8 kilometer.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik, Eddy Pancoro, menyatakan bahwa proyek tersebut saat ini telah memasuki tahap lelang, tepatnya pada evaluasi penawaran. "Kemungkinan pekerjaan akan dimulai akhir Agustus atau awal September," ujarnya.
Eddy menambahkan, pelebaran jalan ini akan mengubah lebar jalan dari semula 7 meter menjadi 11 meter, sama seperti proyek tahun sebelumnya. "Ada empat lajur. Nanti sisi barat hampir sampai Pasar Menganti," kata Eddy.
Sebagai informasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berencana melebarkan Jalan Bringkang-Menganti-Lakarsantri dengan total panjang 13 kilometer. Namun, pekerjaan ini dilakukan secara multiyears dengan tujuan untuk membuka pertumbuhan ekonomi di Gresik selatan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 juga mengalokasikan dana untuk pembebasan lahan. Hal ini dikarenakan pada ruas tersebut banyak ruang milik jalan (rumija) yang sertifikat tanahnya telah terbit. "Terutama di sisi timur. Kendalanya di situ, perlu pembebasan lahan," ujar Hamdi.
Politikus asal Menganti itu menyebutkan bahwa pembebasan lahan tidak hanya terjadi di sisi timur, melainkan juga di sisi barat Pasar Menganti, meskipun jumlahnya tidak sebanyak ruas Menganti-Lakarsantri. "Salah satu faktor kenapa pelebaran dilakukan dari barat karena tanahnya sudah beres. Untuk timur kendalanya pembebasan itu," jelasnya.
Hamdi juga memberikan sedikit catatan terkait pekerjaan yang dilakukan, terutama pada saluran air agar lebih diperhatikan. "Jangan sampai kayak ruas Bringkang saat hujan deras kemarin sempat jebol karena saluran tidak terhubung," pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah