Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Navigasi Era Digital dengan Kecerdasan Intelektual, Anggota DPD RI Lia Istifhama Gaungkan Empat Pilar Kebangsaan

Hany Akasah • Sabtu, 26 April 2025 | 02:23 WIB
EMPAT PILAR: Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menyampaikan empat pilar kebangsaan di STAI Taruna Surabaya,
EMPAT PILAR: Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menyampaikan empat pilar kebangsaan di STAI Taruna Surabaya,

RADAR GRESIK - Dalam upaya merumuskan strategi komprehensif menghadapi tantangan era digital, Anggota DPD/MPR RI, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Aula Utama STAI Taruna Surabaya, Kamis (24/4/2025) sore.

Forum itu menghadirkan dialog intelektual yang mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dengan berbagai perspektif sebagai kerangka analitis dalam memahami dinamika sosio-teknologis kontemporer.

Acara yang dihadiri ratusan mahasiswa, dosen, dan tokoh masyarakat ini, memicu diskusi dinamis seputar isu-isu krusial seperti proliferasi clickbait, bias algoritma media sosial, dan defisit literasi digital.

Ning Lia sapaan Lia Istifhama menekankan urgensi internalisasi Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika—sebagai fondasi kohesi nasional di tengah arus disrupsi digital dan polarisasi sosial.

Usai Sosialisasi Empat Pilar MPR, Anggota DPD Lia istifhama diajak berfoto bersama dengan peserta
Usai Sosialisasi Empat Pilar MPR, Anggota DPD Lia istifhama diajak berfoto bersama dengan peserta

“Generasi muda menghadapi tantangan eksistensial di era disrupsi, yang tidak hanya mengubah lanskap informasi, tetapi juga berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, penanaman Empat Pilar harus dilakukan secara kontekstual dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan kompleksitas dinamika sosio-teknologis,” papar Ning Lia dengan senyum khasnya.

Baca Juga: Senyum Ceria Anggota DPD RI Lia Istifhama Hangatkan Surabaya, Serap Aspirasi Ekonomi Kerakyatan, Ingatkan Kesejahteraan Semua

Ning Lia memperkaya diskursus dengan menghubungkan tantangan kontemporer dengan konsep intelektual Ibnu Khaldun, seorang filsuf dan sejarawan muslim terkemuka. Ia mengartikulasikan pentingnya pengembangan tiga jenis kecerdasan intelektual—al-‘aql al-tamyiz (akal pemisah), akal eksperimental, dan akal kritis/spekulatif—sebagai strategi adaptif dalam menghadapi kompleksitas zaman.

Al-‘aql al-tamyiz memungkinkan generasi muda untuk membedakan informasi yang valid dari misinformasi. Akal eksperimental mendorong mereka untuk melakukan verifikasi empiris terhadap informasi. Sementara itu, akal kritis/spekulatif memungkinkan mereka untuk merumuskan solusi inovatif terhadap tantangan bangsa,” terang Ning Lia.

Ketua STAI Taruna Surabaya Prof. Dr. Zumar Malaka menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam pembentukan karakter kebangsaan.

“Empat Pilar Kebangsaan harus diinternalisasi sebagai etos akademik dan etika sosial, sebagai benteng pertahanan terhadap hegemoni budaya asing yang potensial menggerus identitas nasional.  4 (Empat) Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika harus dipahami dan dilaksanakan secara konsisten. Sebab, keempat pilar tersebut menjaga kemajemukan sama halnya dengan mempertahankan dan merawat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ungkap Prof Zumar. (han)

Editor : Hany Akasah
#digital #Lia Istifhama #Ning Lia #tantangan #DPD RI #empat pilar kebangsaan