RADAR GRESIK - Gempa bumi kembali menguncang Pulau Bawean Kabupaten Gresik. Gempa bumi teknonik ini terjadi pada Sabtu (19/4) sekitar pukul 05.22 WIB dengan kekuatan 4,3 Magnitudo (M) dan berjarak 9 km dari sumber gempa ke perairan Kecamatan Tambak, Gresik.
Berdasarkan data BMKG Juanda episenter gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif yang terletak pada koordinat 5.67⁰LS;112.49⁰ BT tepatnya jarak 145 KM arah timur laut Tuban, Jawa Timur dengan kedalaman 6 KM.
Gempa susulan yang terjadi sekitar pukul 05.22 WIB, Sabtu (19/4). Merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa di Bawean pada tanggal 22 Maret 2024 lalu.
Salah satu warga yang merasakan gempa, Masruhan mengaku langsung keluar rumah saat mendengar dan merasakan getaran.
“Saat itu saya tidur bersama anak dan istri. Saya kira awalnya tikus yang berlari diatas rumah. Eh, ternyata gempa menggoyangkan isi rumah. Saya terbirit birit cepat lari keluar rumah,” ucap pria asal Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sangkapura, Usman Kholid mengatakan kejadian gempa bumi bersumber dari dasar laut.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5.67° LS; 112.49° BT tepatnya di laut dengan kedalaman 10 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” ujarnya, (19/4).
Ditambahkan Ardhianto Septiadhi menjelaskan gempa ini masih merupakan rangkaian gempa susulan di laut Jawa dengan kekuatan 6,5 M pada Maret 2024 lalu. Hingga saat ini, belum ada laporan gempa susulan dan bangunan rusak akibat dampak gempa.
“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” pungkasnya.(yud)
Editor : Hany Akasah