RADAR GRESIK – Pulau Bawean, Kabupaten Gresik diguncang gempa bumi. Gempa berkekuatan 4.6 magnitudo ini terjadi pada Rabu (16/4) pukul 23.53 WIB. Episenter gempa dilaporkan berada sekitar 27 kilometer dari Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.
Sejumlah warga Bawean merasakan kuatnya getaran gempa yang terjadi di tengah malam tersebut. Nawi, salah seorang warga setempat, mengaku terbangun akibat guncangan yang cukup besar.
“Lumayan terasa besar getarannya, pas lagi mau tidur tiba-tiba bangun melihat rumah bergetar,” ungkapnya, Jumat (17/4).
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Suhaimi. Ia mengatakan kaca di rumahnya ikut bergetar akibat gempa Bawean semalam. “Sangat terasa gempanya, meskipun kekuatannya tidak sebesar gempa Bawean tahun 2024 lalu,” ujarnya.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sangkapura, Usman Kholid, membenarkan terjadinya gempa di Bawean. Menurutnya, gempa tersebut memiliki parameter magnitudo M4,6 dengan episenter terletak pada koordinat 5.66° Lintang Selatan dan 112.46° Bujur Timur, serta kedalaman 5 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi di Bawean merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif,” jelas Usman Kholid, mengutip keterangan tertulis dari Kepala Stageof Sleman, Ardhianto Septiadhi.
BMKG memastikan gempa Bawean ini tidak diikuti oleh gempa susulan. Guncangan yang dirasakan warga digambarkan seperti getaran truk yang melintas.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi di Pulau Bawean tersebut,” imbuhnya.
Pihak BMKG mengimbau kepada masyarakat Bawean untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal 1 anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali 2 kedalam rumah,” tuturnya.
Terpisah, tokoh pemuda Bawean, Muhet, menyoroti perkembangan perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa sebelumnya di Bawean. Ia mempertanyakan transparansi data rumah yang telah diperbaiki dengan standar tahan gempa.
“Ini sudah ada berapa rumah yang sudah tahan gempa atau telah diperbaiki. Pemerintah maupun kalangan dewan segera lakukan Sidak, atau minimal ada data update yang dipublikasikan,” pungkasnya. (yud/han).
Editor : Hany Akasah