RADAR GRESIK –Masyarakat Desa Bolo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, kembali menghidupkan tradisi Lebaran Ketupat yang berlangsung meriah pada Minggu malam. Tradisi tahunan yang digelar seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri ini menjadi momen spesial bagi warga untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga kearifan lokal.
Acara dipusatkan di halaman rumah salah satu warga, di mana masyarakat berkumpul dan secara gotong royong menyiapkan ketupat secara massal. Dengan beralaskan terpal biru, puluhan ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak terlihat antusias membungkus ketupat menggunakan janur kuning sambil bercengkrama penuh keakraban.
Tradisi ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, namun juga sebagai bentuk syukur atas limpahan rezeki dan berkah selama Ramadan. Warga membawa berbagai lauk pauk dari rumah masing-masing yang kemudian disantap bersama dengan ketupat.
“Ini momen yang selalu ditunggu. Selain bisa makan ketupat bersama, kami juga saling bermaafan dan berbagi cerita setelah sebulan penuh berpuasa,” ujar Ziana salah satu warga dengan senyum hangat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol kekompakan masyarakat Desa Bolo yang masih menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong di tengah arus modernisasi.
Tradisi Lebaran Ketupat di Desa Bolo juga menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda untuk mengenal budaya lokal. Mereka turut ambil bagian dalam kegiatan ini, mulai dari membantu menyiapkan bahan hingga ikut dalam proses pembuatan.
“Harapannya, tradisi seperti ini terus dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Masudi warga setempat.
Dengan semangat kebersamaan yang kuat, Lebaran Ketupat di Desa Bolo menjadi contoh nyata bagaimana tradisi dan budaya bisa menjadi perekat sosial dalam kehidupan bermasyarakat. (mil/han)
Editor : Hany Akasah