Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Muhammad Bais Ahmadi, Pengrajin Rebana Gresik Jaga Warisan Budaya dan Berhasil Go Internasional

Riri Masfardian • Kamis, 12 Desember 2024 | 17:15 WIB
JAGA TRADISI: Muhammad Bais Ahmadi tidak hanya mempertahankan tradisi rebana, tetapi juga mengembangkan usaha ini agar lebih relevan dengan zaman. 
JAGA TRADISI: Muhammad Bais Ahmadi tidak hanya mempertahankan tradisi rebana, tetapi juga mengembangkan usaha ini agar lebih relevan dengan zaman. 

RADAR GRESIK - Di tengah modernisasi yang kian pesat, seni tradisional sering kali menghadapi tantangan untuk tetap eksis. Namun, bagi Muhammad Bais Ahmadi, pengrajin rebana dari sebuah desa kecil, menjaga tradisi adalah sebuah panggilan hidup.

Sejak tahun 1980-an, ia telah meneruskan usaha pembuatan rebana dari ayahnya. Sebagai generasi kedua, ia tidak hanya mempertahankan, tetapi juga mengembangkan usaha ini agar lebih relevan dengan zaman. 

 

Bais mengenang bagaimana ayahnya mengajarkan keterampilan membuat rebana sejak kecil di Jalan Raya Bungah Dukun No.41, Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

"Dulu, hanya membantu ayah. Tapi setelah beliau sudah sepuh, saya merasa bertanggung jawab untuk melanjutkan warisan ini," ujar Bais.

Dengan berbekal pengalaman dan ilmu dari sang ayah, Ba'is kini menjadi pengrajin yang dikenal luas., Bais menjalankan usahanya yang diberi nama Nadya Instrumen. Toko ini menjadi pusat produksi rebana tradisional sekaligus tempat pemasaran. 

Keahlian Bais dalam membuat rebana tidak diragukan lagi. Dalam sehari, ia mampu memproduksi hingga 30 rebana. Proses pembuatannya melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pemilihan bahan kayu berkualitas, pembuatan rangka, hingga pemasangan kulit yang menjadi bagian penting untuk menghasilkan suara merdu. Setiap tahapan dilakukan dengan penuh ketelitian dan dedikasi.

“Saya ingin setiap rebana yang saya buat memiliki kualitas terbaik, baik dari segi bunyi maupun estetika,” kata Bais. 

Untuk memasarkan hasil karyanya, Bais menggabungkan cara tradisional dan modern. Penjualan offline dilakukan dengan mendistribusikan rebana ke toko-toko alat musik dan memenuhi pesanan komunitas pengajian serta kesenian lokal.

Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, Bais memanfaatkan platform online seperti media sosial dan marketplace. Strategi ini terbukti efektif, karena rebana buatannya telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan dan Jawa Barat. 

Menurut Bais, salah satu tantangan terbesar adalah mempertahankan kualitas di tengah tekanan permintaan yang semakin besar. “Kadang pesanan banyak, tapi saya tidak mau buru-buru. Saya lebih memilih memprioritaskan kualitas daripada kuantitas,” tegasnya. 

Bais juga merasa bangga karena rebana buatannya tidak hanya menjadi alat musik, tetapi juga sarana untuk melestarikan budaya Islam di Indonesia. "Rebana ini bagian dari identitas kita, terutama dalam acara-acara keagamaan. Saya senang bisa berkontribusi menjaga tradisi ini tetap hidup," tambahnya. 

 Baca Juga: Afiyatul Hikma, Atlet Muda Gresik yang Cetak Prestasi Gemilang di Kancah Muaythai

Melalui usaha keras dan keahliannya, Ba'is telah membuktikan bahwa seni tradisional tetap dapat bersaing di era modern. Dukungan dari keluarga dan pelanggan setia menjadi salah satu pendorong utama bagi Bais untuk terus berkarya. 

Ke depan, ia berharap dapat memperluas jangkauan usahanya sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan seni tradisional. “Saya ingin anak-anak muda melihat bahwa seni seperti ini bukan hanya bernilai budaya, tetapi juga punya potensi ekonomi yang besar,” tutupnya. 

Muhammad Ba'is Ahmadi adalah contoh nyata bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan. Dengan semangat yang terus menyala, ia tidak hanya mempertahankan warisan keluarganya, tetapi juga menjadi penjaga seni tradisional yang semakin langka di era modern ini. (dwi/fan/han)

Editor : Hany Akasah
#Musik #rebana #Tradisi #gresik #leluhur #bais #Pengrajin #Muhammad Bais Ahmadi #Lestarikan #bungah