RADAR GRESIK – Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Gresik, termasuk Pelabuhan JIIPE (Java Integrated Industrial and Ports Estate), mengalami curah hujan yang cukup tinggi.
Intensitas hujan yang hampir setiap hari mengguyur kawasan ini memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas pelabuhan, kondisi laut, dan lingkungan sekitarnya.
Menurut pantauan, hujan lebat yang disertai angin kencang telah memengaruhi kestabilan arus laut di sekitar pelabuhan.
Ombak yang lebih tinggi dari biasanya dan air yang cenderung lebih keruh menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja pelabuhan dan pihak pengelola. Selain itu, genangan air di beberapa titik sekitar kawasan pelabuhan juga menyebabkan hambatan dalam operasional harian.
Muhammad Ubed, salah seorang pekerja proyek di Pelabuhan JIIPE, menjelaskan kondisi terkini di lapangan. Ia mengatakan bahwa cuaca ekstrem belakangan ini cukup mengganggu kelancaran aktivitas bongkar muat barang. "Kalau hujannya deras, terutama pagi sampai siang, aktivitas jadi terhambat. Ombak juga makin tinggi," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ubed menyebutkan keruhnya air laut juga disebabkan oleh aliran limbah dari daratan yang terbawa ke muara akibat curah hujan tinggi. Hal ini mengakibatkan terjadinya sedimentasi, yang dalam jangka panjang dapat berdampak pada jalur pelayaran di kawasan pelabuhan. "Biasanya air di sekitar sini lebih jernih, tapi sekarang sering keruh." tambahnya.
Hujan deras ini juga membawa risiko keselamatan bagi para pekerja. Peralatan berat yang digunakan untuk bongkar muat harus lebih hati-hati dioperasikan saat tanah di sekitar pelabuhan menjadi licin.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Gresik masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.
BMKG juga mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang dapat terjadi akibat curah hujan tinggi dan gelombang pasang.
Ke depan, berbagai pihak diharapkan dapat bersinergi untuk mengatasi dampak cuaca ekstrem di kawasan pelabuhan ini.
Mulai dari pemerintah daerah, pengelola pelabuhan, hingga masyarakat sekitar perlu bekerja sama dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dan keamanan aktivitas di Pelabuhan JIIPE. Dengan begitu, meskipun cuaca tak menentu, operasional pelabuhan dan kondisi laut tetap dapat terjaga dengan baik. (dwi/han)
Editor : Hany Akasah