Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Membangun Generasi Emas, Komitmen PT Freeport Indonesia untuk Anak-Anak Gresik

Muhammad Firman Syah • Selasa, 3 Desember 2024 | 20:48 WIB
Ceria: Anak-anak diajak bermain permainan tradisional yang semakin jarang ditemukan oleh PT Freeport Indonesia.
Ceria: Anak-anak diajak bermain permainan tradisional yang semakin jarang ditemukan oleh PT Freeport Indonesia.

Manyar- Di bawah sinar matahari yang cerah, tawa anak-anak menggema di Lapangan Sepak Bola Manyar Sidomukti, Gresik. (02/12), PT Freeport Indonesia (PTFI) merayakan Hari Anak Sedunia dengan cara yang tak biasa, menghadirkan kegembiraan bagi 110 siswa dari 22 Sekolah Dasar di Gresik.

Acara ini, yang mengusung tema "Memberdayakan Anak, Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan," bukan sekadar perayaan biasa. Ini adalah bagian dari komitmen PTFI untuk mendorong anak-anak bermimpi setinggi langit dan mengasah kreativitas mereka.

Dengan kolaborasi dari Kampoeng Dolanan, anak-anak diajak bermain permainan tradisional yang semakin jarang ditemukan, seperti egrang dan bakiak. Keceriaan mereka menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Emily Muteb, Manager Environment and Sustainable Development Smelter PTFI, menyampaikan visi besar perusahaan melalui acara ini.

"Kami percaya bahwa anak-anak adalah kunci masa depan yang berkelanjutan. Dengan menciptakan ruang bagi mereka untuk bermimpi besar, kami berharap dapat membangun generasi yang lebih kreatif dan tangguh," ujarnya.

Bukan hanya anak-anak yang mendapatkan manfaat dari acara ini. Sebuah bazar yang melibatkan sembilan pelaku UMKM dari Kecamatan Manyar dan Bungah juga menjadi bagian dari perayaan. Produk-produk lokal yang dipamerkan mencerminkan potensi ekonomi daerah yang terus berkembang, sejalan dengan visi pemberdayaan PTFI.

Lebih dari sekadar kegiatan sehari, perayaan ini juga menandai peluncuran buku "Mutiara Gresik: Kearifan Lokal dari Desa ke Desa." Buku ini adalah karya 48 siswa SMP di Gresik, yang dengan antusias mengangkat sejarah, budaya, dan potensi ekonomi daerah mereka. Buku ini menjadi simbol dukungan PTFI terhadap literasi dan upaya menghubungkan generasi muda dengan akar budaya mereka.

HariBaca Juga: Meriahkan Puncak Hari Anak Nasional 2024, Disperpusip Gresik Pamerkan Dua Inovasi Permainan Literasi Edukasi Digital

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman menggambarkan anak-anak sebagai "mutiara yang perlu diasah". Ia berharap kegiatan seperti ini mampu melahirkan generasi yang mampu membawa nama baik Gresik ke tingkat nasional bahkan internasional.

Ketika acara berakhir, tawa dan semangat anak-anak masih terasa. Emily Muteb menutup dengan pesan yang penuh harapan, "Semoga langkah kecil ini memberikan dampak besar bagi masa depan mereka."

Acara ini menjadi bukti bahwa masa depan yang berkelanjutan dimulai dari hari ini, dengan memberdayakan mereka yang akan memegang tongkat estafet generasi mendatang. PTFI kembali menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sekadar perusahaan tambang, tetapi juga mitra dalam membangun masa depan Indonesia.

 

Editor : Cak Fir
#HAN #hari anak nasional #freeport indonesia #gresik #manyar #UMKM