RADAR GRESIK - Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik pada Sabtu (19/10) sore. Padahal, musim hujan diprediksi baru terjadi pada November dasarian I tanggal 1-10 dan dasarian II tanggal 11-20 mendatang.
Prakirawan BMKG Juanda Rendy Irawadi mengatakan hujan yang turun di Gresik bukan karena awal musim hujan yang lebih awal.
"Namun, saat ini Jawa Timur dalam masa peralihan atau pancaroba. Sehingga akan ada hari dimana terjadi hujan kemudian panas kembali," ujarnya saat dikonfirmasi Radar Gresik.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati. Sebab, ciri-ciri hujan saat masa pancaroba biasanya disertai angin kencang.
"Bahkan berpotensi juga angin puting beliung maupun hujan es bila kondisi terpenuhi," pungkasnya.
Sebelumnya, BMKG Juanda memprediksi awal musim hujan di Kabupaten Gresik tidak terjadi bersamaan.
Sejumlah wilayah akan mulai memasuki musim hujan pada November dasarian I dan ada beberapa wilayah lainnya yang baru memasuki musim hujan pada November dasarian II.
Ia menjelaskan, untuk wilayah yang memasuki musim hujan pada November dasarian I yakni, Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Driyorejo, Kebomas, Kedamean, Menganti dan Wringinanom.
November dasarian 1 dalam satuan meteorologi terjadi antara tanggal 1 sampai tanggal 10.
Kemudian, untuk wilayah yang baru memasuki musim hujan pada November dasarian II antara tanggal 11 sampai tanggal 20 yakni, Kecamatan Bungah, Dukun, Duduksampeyan, Gresik, Manyar, Panceng, Sangkapura, Sidayu, Tambak dan Ujungpangkah. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq