RADAR GRESIK - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda telah merilis prediksi awal musim hujan di Jawa Timur. Kabupaten Gresik diprediksi bakal mulai turun hujan pada November mendatang.
Prakirawan BMKG Juanda Ary Pulung mengatakan awal musim hujan di Kabupaten Gresik tidak terjadi bersamaan.
"Sejumlah wilayah akan mulai memasuki musim hujan pada November dasarian I dan ada beberapa wilayah lainnya yang baru memasuki musim hujan pada November dasarian II," ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk wilayah yang memasuki musim hujan pada November dasarian I yakni, Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Driyorejo, Kebomas, Kedamean, Menganti dan Wringinanom.
"November dasarian 1 dalam satuan meteorologi terjadi antara tanggal 1 sampai tanggal 10," ungkapnya.
Kemudian, untuk wilayah yang baru memasuki musim hujan pada November dasarian II antara tanggal 11 sampai tanggal 20 yakni, Kecamatan Bungah, Dukun, Duduksampeyan, Gresik, Manyar, Panceng, Sangkapura, Sidayu, Tambak dan Ujungpangkah.
Menjelang awal musim hujan, BMKG Juanda memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah kabupaten (pemkab), institusi terkait dan masyarakat.
Yakni, harus lebih siap dan antisipatif terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem pada masa peralihan dan adanya potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir bandang, longsor, sedimentasi waduk serta perlunya inspeksi struktur bangunan dan jaringan.
Pemerintah daerah diharapkan dapat lebih optimal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menghadapi resiko bencana dan pentingnya memperhatikan peringatan dini.
Kemudian, pemerintah diharapkan dapat menjadikan informasi prediksi awal musim hujan sebagai acuan rencana aksi dini (early action) untuk menekan kerugian akibat bencana.
Selanjutnya, pada musim hujan dapat dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menambah luas tanam, melakukan panen air hujan, mengisi waduk, danau dan embung untuk kemarau yang akan datang. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq