RADAR GRESIK - Keluhan masyarakat terkait banyaknya truk yang melintasi jalan tengah kota mendapat respon DPRD Gresik. Wakil rakyat meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik lebih serius dalam melakukan pemantauan.
Ketua Sementara DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan selama ini pengawasan dari Dishub masih sangat minim.
"Makanya, banyak truk yang melintas di tengah kota dan saat larangan jam operasional," ujarnya.
Dikatakan, selama ini Dishub hanya mengandalkan patroli di jam-jam tertentu saja.
"Ini tentu tidak efektif. Karena kapan melintasnya truk tidak bisa dipastikan," tandasnya.
Untuk itu, pihaknya meminta agar Dishub Gresik membangun pos pantau permanen. Di ujung setiap jalur Kawasan Tertib Lalu Lintas dan lokasi-lokasi yang rawan macet.
"Jadi nanti empat petugas bisa menjaga dengan sistem shift. Jadi setiap ada truk yang melintas bisa dihadang dan dialihkan ke jalur yang benar," kata dia.
Terkait kekurangan personil, Dishub bisa menghitung ulang. Kalau memang perlu ditambah silahkan melakukan rekrutmen.
"Kami berharap saat kemacetan terjadi ada petugas Dishub yang ready di lokasi," imbuhnya.
Sebelumnya, maraknya truk yang melintasi jalan di tengah Kota Gresik dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, hal ini membuat kondisi jalan menjadi macet.
Pantauan di lapangan, beberapa kali terlihat truk-truk besar nekat melintasi Jalan Wahidin Sudirohusodo, Jalan RA Kartini hingga Jalan Veteran.
Padahal, ketiga jalan tersebut telah ditetapkan menjadi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) sesuai Peraturan Bupati (Perbup) 5/2011.
"Kenapa sekarang banyak truk besar yang melintas. Ini kan berbahaya dan bikin macet. Apalagi di Perempatan Kebomas," ujar Umi, salah satu pengendara yang melintas di Jalan RA Kartini.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Khusaini mengatakan seharusnya truk tidak boleh melintas di jalan yang ditetapkan sebagai kawasan tertib lalu lintas.
"Seperti Jalan Wahidin Sudirohusodo, Jalan RA Kartini dan Jalan Veteran," ujarnya.
Ia menjelaskan, truk yang berasal dari Surabaya menuju Kecamatan Manyar, harus melewati Jalan Mayjend Sungkono, depan Masjid Agung dan naik Tol di barat Pemkab Gresik.
"Sedangkan yang mau ke arah Pelabuhan bisa lewat Jalan Darmo Sugono," tandasnya.
Ia menambahkan, jajarannya selama ini telah rutin melakukan patroli dua kali sehari.
"Yakni, pukul 09.00 WIB sampai Pukul 11.00 WIB dan pukul 11.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB," terangnya.
Pihaknya meminta kepada sopir truk agar taat pada aturan yang berlaku sehingga tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan pengendara yang lain. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq