RADAR GRESIK-Waduk Bunder menjadi salah satu objek wisata baru di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Banyak masyarakat nongkrong di pinggir Waduk Bunder, Gresik. Namun, di balik keindahannya tersimpan cerita mistis.
Di area waduk ini terdapat Gemuk atau Bagending, sebuah pulau kecil yang konon sebagai pusat jin bermain gamelan dan dikuasai dua siluman.
Waduk Bunder yang terletak di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik itu fungsi utamanya adalah sebagai penampung air Kali Lamong dan irigasi yang tentunya bermanfaat untuk pertanian dan warga sekitar.
Kini, pemerintah setempat terus mengembangkan jadi spot wisata. Bahkan, sejak dibangunnya.
Salah satu warga Banjarsari, Cerme, Gresik, Musarofah mengatakan, ada cerita misteri yang melegenda tentang Waduk Bunder bahwa area Gemuk merupakan tempat sakral yakni kerajaan jin.
Ada masyarakat sekitar mengaku sering mendengar suara gamelan dari sana.
Selain itu, saat terdengar suara gamelan dan mencoba mendatangi asal suara tersebut, malah tempat itu kosong.
Tak ada apapun selain tanah dan rumput yang dikelilingi oleh air.
Ditambah lagi Gemuk ini ditumbuhi semak belukar, dan rerumputan yang tinggi, semakin memperlihatkan kesan Mistis dan mencekam.
Kemudian anehnya saat musim kemarau dan air waduk surut, namun Gemuk tidak memperlihatkan bentuknya semakin tinggi. Begitu juga saat musim hujan, di mana air waduk meninggi, Gemuk tidak tenggelam.
Konon terdapat jelmaan ular raksasa di Gemuk Waduk Bunder ini. Sebelum memanen ikan, pengelola waduk akan mengadakan pergelaran wayang.
Jika tidak menggelar pertunjukan tersebut, maka akan terjadi hal-hal ganjil atau hal lainnya.
Pernah suatu hari, penyewa waduk tidak melakukan pergelaran wayang. Lalu setelah itu ikan yang didapat sedikit dan malahan lebih banyak ular berukuran kecil.
Hingga saat ini sebagian masyarakat setempat meyakini, bahwa Gemuk di waduk tersebut merupakan pusat kerajaan gaib. Maka dari itu tempat ini disakralkan.
Pernah salah satu warga yang memiliki kelebihan bisa melihat hal-hal tak kasat mata, bernama Dian, ia melihat ular berkepala dua dan ular berukuran besar di sekitar waduk.
Ini terjadi pada saat menjelang Magrib. Selain itu banyak sosok lainnya di sekitar waduk.
Waduk itu terdapat dua penguasa besar Waduk Bunder, yakni siluman naga dan siluman buayal.
Salah satu pemotor, Riri mengaku, senang berhenti dan istirahat di Waduk Bunder. "Anginnya semilir, tenang," katanya.(han)
Editor : Hany Akasah