RADAR GRESIK - Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri (AT) menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik mengadakan kegiatan sosialisasi kebangsaan dengan kepala sekolah, pengawas sekolah dan guru BK di Kabupaten Gresik. Kegiatan ini juga terkait sosialisasi pencegahan paham radikalisme dan intoleransi (IRET) di lingkungan sekolah.
Perwakilan dari Densus 88 AT AKBP Mohammad Dofir mengatakan kegiatan sosialisasi ini, bertujuan untuk meningkatkan peran guru dalam mendeteksi dan mencegah penyebaran paham radikalisme di kalangan siswa.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya Densus 88 untuk menunjukkan bahwa selain memiliki sisi militan dalam menangani aksi teror, Densus 88 juga memiliki sisi humanis,” ujarnya, Kamis (20/6).
Menurutnya, pemberian sosialisasi ke sekolah merupakan salah satu tempat pintu penyebaran paham radikalisme. Pihaknya menerangkan terkait definisi tentang paham IRET secara detail agar para kepala sekolah ataupun suru bisa membedakan sendiri di sekolahnya masing-masing.
Harapanya jika sudah teredukasi seluruh kepala sekolah bisa melakukan deteksi dini di lingkungan sekolahnya, sehingga sekolahnya bisa bebas dari paham IRET ini.
Tahun 2023, Dit Pencegahan telah melakukan kurang Lebih 16.500 kegiatan pencegahan untuk menekan penyebaran paham IRET ini.
"Paham radikalisme tidak merujuk pada agama Islam saja, terdapat permasalahan yang sama di setiap agama terkait paham IRET ini," tuturnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah