RADAR GRESIK - Menjelang Ramadan masyarakat Gresik memiliki tradisi padusan. Yakni, berziarah ke makam leluhur atau keluarga. Seperti yang terlihat di Tempat Pemakamam Umum (TPU) Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik. Para peziarah datang silih berganti.
Tradisi ini mendatangkan berkah bagi warga sekitar makam. Ramainya pengunjung dimanfaatkan dengan berjualan berbagai kebutuhan peziarah. Mulai bunga, aneka makanan dan minuman, jajanan khas, hingga tukang bersih rumput.
"Tradisi padusan sudah setiap tahun dilaksanakan. Kami rutin berziarah. Ziarah ini menjelang puasa Ramadhan. Kalau ramainya biasanya H-2 atau H-1 sebelum puasa," ujar Rahmat Ghozali, salah satu peziarah.
Sementara itu, salah satu penjual bunga Asna, 54, mengatakan setiap padusan penjualnnya meningkat. "Alhamdulillah ramai. Selama seminggu bisa dapat Rp 1 juta," ujar perempuan yang sudah berjualan bunga sejak 2006 lalu ini.
Menurut dia, ramainya pengunjung terjadi saat H-2 hingga H-1 sebelum puasa. Bunga untuk ziarah banyak dicari. Mulai kenanga, mawar, melati, dan pandan. Ia menjualnya dengan harga Rp 5 ribu perkantong.
"Saya jualan selalu menjelang bulan puasa, terus sama Idul Fitri, habis sholat Idul Fitri," terang Asna.
Ia menambahkan, saat menjelang puasa peziarah datang dari berbagai daerah. Mereka aslinya orang sini tapi sudah menetap di daerah lain. "Datang kesini khusus berziarah kemakam orang tuanya. Ada yang dari Mojokerto, Madura dan banyak lagi," pungkasnya. (rof)
Editor : Fahtia Ainur Rofiq