Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

 Banjir di Gresik Selatan Parah, Komisi III DPRD Gresik Evaluasi Program Pembangunan Dinas PU

Fahtia Ainur Rofiq • Jumat, 23 Februari 2024 | 02:51 WIB

 

RDP: Komisi III DPRD Gresik menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas PU terkait banjir.
RDP: Komisi III DPRD Gresik menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas PU terkait banjir.

 

RADAR GRESIK -- Banjir terus melanda wilayah Gresik selatan. Kondisi ini mendapat perhatian dari Komisi III DPRD Gresik. Kemarin, mereka menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik untuk melalukan evaluasi bersama.

Ketua Komisi III DPRD Gresik Sulisno Irbansyah mengatakan perlu ada upaya konkret untuk mengantisipasi banjir. Sebab, proses normalisasi saat ini masih berlangsung. Misalnya, koordinasi lintas sektor yang berfokus pada pencegahan. "Khususnya dalam hal sudetan maupun aliran air. Karena banyak saluran yang sudah dangkal, sehingga air tidak bergerak hingga menyebabkan banjir," ujarnya.

 Baca Juga: Bea Cukai Gresik Deklarasi SSM QC di Kota Pudak, Wujud Komitmen Hadirkan Layanan Cepat dan Efisien  

Menurut dia, banjir yang terjadi cukup parah. Karena menggenangi rumah, jalan hingga fasilitas umum lainnya. "Tahun ini cukup parah. Langkah yang dilakukan saat ini masih fokus pada penanganan. Belum menyentuh upaya pencegahan," kata Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan banjir yang terjadi tahun ini cukup parah. Pasalnya, tidak hanya disebabkan luapan Kali Lamong. Seperti di Menganti dan Driyorejo.

 Baca Juga: Sidang Kerusuhan Suporter Gresik United, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Ketidakjelasan dan Pemaksaan Kasus Ultras

"Kalau disebabkan luapan Kali Lamong ada penyebab pasti yang bisa diselesaikan. Tapi kalau di Menganti dan Driyorejo ini cukup komplek. Harus segera dicari penyebabnya dan solusinya," ungkap Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.

 Menurut dia, progres normalisasi yang masih berjalan cukup signifikan menekan banjir. Namun terdapat aktifitas lain yang membuat penanganan air tidak berjalan maksimal. "Temuan dilapangan banyaknya utilitas bangunan yang berdiri membuat resapan air tidak maksimal. Terutama yang disebabkan bangunan liar yang menganggu aliran air," terang Politisi PKB itu.

Mulai dari wilayah Wringinanom, Driyorejo, Cerme, dan Kedamean. "Secara keseluruhan ada 13 tanggul yang dilakukan. Karena tanggul jebol maupun kondisinya kritis karena terkikis air," ujarnya.

Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik Ubaidillah menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pembersihan eceng gondok dan sampah. Yang menghambat aliran sungai Kali Lamong di wilayah Desa Bringkang dan Pranti Kecamatan Menganti. "Untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan. Hasil analisis yang dilakukan, diperkirakan puncak hujan terjadi pada Februari," pungkasnya. (rof)

Editor : Hany Akasah
#Dinas PU #gresik #Selatan #dprd #Banjir