RADAR GRESIK-Permainan jumpritan memiliki makna yang cukup dalam. Pada permainan yang diciptakan Sunan Giri ini mengajarkan tentang menjaga keimanan.
Permainan ini bisa dimainkan oleh lebih dari 4 (empat) anak dan bertempat di lapangan yang memiliki pohon. Pemain yang kalah dan menjadi penjaga di pohon itu diibaratkan seperti orang yang imannya atau kepercayaan kurang.
Lalu pohon yang dijaga layaknya sebuah iman karena ada orang yang imannya kurang sehingga perlu dijaga.
Selain itu, pemain yang bersembunyi tersebut seperti setan yang suka menggoda manusia untuk berbuat maksiat yang akan ditangkap agar iman seseorang bisa lebih kuat dan yang tertangkap pertama akan menjadi penjaga seperti orang yang imannya kurang.
Dari permainan ini, kita bisa mengambil simpulan bahwa kita jangan lengah terhadap iman kita karena sesungguhnya banyak godaan datang menghampiri kita.
Menurut Pecinta Tradisi Gresik Loemaksono, cara permainan ini sangat mudah. "Sebelum bermain, pemain akan mengadakan hompimpah atau adu menang dan kalah terlebih dahulu," kata Loemaksono dalam Buku Dolanan Gresik karya Radar Gresik.
Setelah hompimpa, pemain yang kalah akan menjaga di depan pohon sambil menutup mata dengan 2 (dua) lengan bertumpuk oleh pemain yang kalah.
Sedangkan pemain yang menang akan bersembunyi di sembarang tem- pat yang sekiranya tidak bisa ditemukan oleh pemain penjaga. Pemain mulai bersembunyi saat pemain penjaga menghitung angka 1 (satu) sampai dengan 10 (sepuluh) dan pemain yang bersembunyi menga- takan "wis" atau dalam bahasa Indonesia diartikan sudah.
Lanjut pria asal Surabaya itu, pemain pen- jaga kemudian meninggalkan pohonnya dan mencari pemain yang bersembunyi tersebut hingga ditemukan.
Baca Juga: Menyimak Cerita Sukses Pemilik Warung di Sekitar Wisata Bahari Lamongan
Ketika penjaga tengah lengah, ada beberapa pemain langsung mengejar ke pohon untuk memegangnya dan setelah ia memegang pohon itu, pemain lainnya berusaha menghampiri pohon itu agar si penjaga kalah dalam permainan.
Namun, jika ada salah satu pemain yang tertangkap dahulu oleh si pen- jaga tersebut, tutur Loemaksono, ia dinyatakan kalah dan ia harus menjadi penjaga menggantikan penjaga dalam permainan tersebut. (TIM RADAR GRESIK)
Editor : Hany Akasah