RADAR GRESIK- Pekerja Proyek Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) menutup Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) 2024 dengan capaian 32 juta jam kerja selamat. Capaian ini, patut dibanggakan mengingat lebih dari 95 persen pekerja merupakan putra bangsa.
Deputi Site Manager PTFI Smelter Project Venta Agustri mengatakan, untuk meraih capaian 32 juta jam kerja selamat, pihaknya menerapkan lima hal kunci. Pertama, mengkomunikasikan informasi keselamatan secara teratur kepada karyawan.
"Di tengah intensitas tinggi dalam menyelesaikan pembangunan smelter, tim proyek berhasil mencapai lebih dari 32 juta jam kerja selamat. Hal ini merupakan kebanggaan yang patut kita syukuri," kata Venta, saat penutupan BK3N di proyek smelter PTFI, Kawasan Industri JIIPE, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, kemarin.
Peringatan BK3N 2024 di Smelter PTFI berlangsung selama satu bulan dimulai 12 Januari hingga 12 Februari 2024. Dalam peringatan BK3N 2024 ini Smelter PTFI menggelar berbagai kompetisi K3 di antaranya Fire and Rescue Challenge, Cerdas Cermat K3, PPE Hunter, Tool Box Speech, Kompetisi Foto K3, Poster K3, Maskot K3, dan Kompetisi Olahraga seperti bulutangkis, catur, pingpong, dan futsal.
"Saya ingin mengajak kita semua untuk tidak hanya melihat Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai momentum sementara, tetapi sebagai komitmen jangka panjang, karena setiap langkah kecil yang kita ambil akan membawa dampak besar bagi keselamatan dan kesehatan kita semua," katan Venta.
Bulan K3 Nasional 2024 mengusung tema besar 'Budayakan K3, Sehat dan Selamat dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsungan Usaha' bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya K3, mewujudkan ketertiban dalam penerapan kebijakan K3, serta untuk meningkatkan partisipasi baik karyawan dan kontraktor SBI dalam mewujudkan pelaksanaan budaya K3 di setiap kegiatan perusahaan.
"PTFI terus meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan kerja bagi seluruh karyawan dan kontraktor yang terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan," kata Venta.
PTFI telah menginvestasikan 3,1 miliar dollar AS atau setara Rp 48 triliun per akhir Desember 2023. Saat beroperasi penuh pada Desember 2024, smelter mampu mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta dry metric ton (dmt) dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun. (fir/han)
Editor : Hany Akasah