RADAR GRESIK - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag (Diskoperindag) Pemkab Gresik mendorong UMKM maupun PKL di seluruh kabupaten Gresik memiliki sertifikat halal. Hal itu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal, mulai 17 Oktober para pelaku UMKM dan Pedagang Kaki Lima (PKL) diwajibkan memiliki sertifikat halal.
Kabid Perindustrian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pemkab Gresik, Sunik mengatakan, pihaknya mendorong pelaku usaha mengajukan sertifikat halal sebelum 17 Oktober 2024.
Sebab ke depan tanpa mengantongi sertifikat halal, PKL dan UMKM dilarang berjualan.
“Ini kami berikan fasilitas agar segera mendaftar. Baru ada 10 ribu dari 24 ribu UMKM PKL yang memiliki sertifikat halal,” imbuh Sunik saat penempelan stiker sertifikasi halal di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Gresik, kemarin.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Pemkab Gresik, Viki Mustofa mengakui, pedagang makanan yang mengandung daging belum mengantongi sertifikat halal. “Di Gresik, makanan yang berbahan dasar daging kebanyakan nasi krawu, bakso dan pentol,” kata Viki.
Untuk mendorong program tersebut, baik Diskoperindag maupun Dinas Pertanian ber koordinasi dengan stakeholder untuk mendorong pelaku UMKM dan PKL segera mendaftarkan sertifikat halal. “Dengan begitu, mereka punya jaminan bahwa produk yang dijual benar-benar halal,” pungkas Viki. (rof/han)
Editor : Hany Akasah