RADAR GRESIK-- Berbagai persoalan utilitas terus menjadi sorotan kalangan Komisi III DPRD Kabupaten Gresik. Terutama utilitas tanam. Pasalnya, kesemrawutan tersebut sering menyebabkan banjir. Khususnya di wilayah kota.
Hal ini seperti yang diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi. Banyak utilitas tanam yang pemasangannya mengganggu saluran air. Misalnya, pipa PDAM, pipa gas hingga fiber optik internet. "Seharusnya letaknya di bawah saluran. Bukan di tengahnya. Akhirnya sering terjadi banjir," ujarnya.
Baca Juga: KPU Gresik Sudah Terima Seluruh Surat Suara
Misalnya, di Segoromadu. Kondisi utilitas sangat semrawut sehingga mengganggu laju air. Pihaknya sudah meninjau langsung ke lokasi. "Dan ini kayaknya merata di seluruh wilayah kota," kata Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.
Tidak hanya utilitas tanam. Terkait utilitas atas juga sangat menganggu. Misalnya kabel PLN, kabel telfon hingga kabel internet. "Banyak yang asal pasang tanpa izin. Ini sangat mengganggu keindahan kota," terang Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.
Baca Juga: Korban Kecelakaan di Duduksampeyan Adalah Remaja 13 Tahun Asal Kedinding Surabaya
Ia meminta kepada dinas terkait untuk terus melakukan pengawasan terkait pemasangan utilitas. Sehingga setiap ada pengajuan izin jangan hanya diterima saja.
"Harus diawasi hingga proses pemasangannya selesai. Sehingga tidak mengganggu saluran air," ungkap Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.
Ia menambahkan, untuk utilitas yang tidak berizin pihaknya meminta segera dilakukan pendataan dan penertiban. "Harus ditindak tegas. Agar tidak terus terulang. Benar-benar sangat menganggu," pungkas Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi. (rof)
Editor : Hany Akasah