"Kami masih menunggu jadwal resmi dari Kementerian. Nanti akan kami infokan," ujar Direktur Teknik dan Operasional BUMD PT Gresik Migas M Prisdianto Mihardjo.
Sebelumnya,sesuai kontrak dengan Pertamina MOR V, SPBN Lumpur akan mendapatkan pasokan solar 1.003 kilo liter. Jumlah ini berlaku untuk November dan Desember.
"Kuotanya sudah pasti sekitar seribu liter," ujarnya.
Dikatakan, kuota tersebut berubah setiap tiga bulan sekali. Hal ini menyesuaikan dengan realisasi penyaluran yang sudah dilakukan. Kemudian rekonsiliasi data aktual penyaluran sebelum bulan berjalan.
"Jadi SK kuotanya bisa berubah setiap tiga bulan," ungkapnya.
Nantinya untuk pembelian solarnya akan difasilitasi Dinas Perikanan dan Kelautan Gresik. Sehingga tidak dijual secara bebas. Hanya nelayan yang terdaftar saja. “Memang SPBN itu dibangun untuk memfasilitasi nelayan di Lumpur. Sehingga nanti mekanismenya dari Dinas Perikanan,” pungkasnya. (rof)
Editor : Hany Akasah