GRESIK -- Polemik tarikan retribusi persampahan terus menjadi atensi kalangan dewan. Mereka mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik untuk memperbanyak Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Sehingga, bisa meningkatkan luasan cakupan pelayanan persampahan.
Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan sampai saat ini jumlah TPS masih belum merata.
Pihaknya mendorong agar terus diperbanyak. "Jangan hanya di wilayah kota. Tapi juga wilayah lainnya. Karena sekarang banyak ditemukan tumpukan sampah di tepi-tepi jalan raya," ujarnya.
Dikatakan, dengan layanan yang paripurna pihaknya yakin meskipun ada tarikan retribusi masyarakat bisa menerima. Namun, jika kondisi layanan belum maksimal pasti akan pro kontra.
"Jadi DLH harus memastikan semua TPS sampahnya terangkut setiap hari. Jangan sampai menumpuk baru diambil," kata dia.
Ia menambahkan, tahun depan pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan tiga TPS baru.
Yakni, TPST di Bawean, TPS di Kemuteran dan TPST di Sidomukti. "Tahun depan ada tiga lokasi TPS yang akan dibangun DLH," terangnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Pemerintah Daerah terus berusaha meningkatkan pelayanan persampahan di Kabupaten Gresik.
Dengan mengalokasikan Anggaran sebesar lebih dari Rp 46 miliar.
"Anggaran ini akan difokuskanpada program dan kegiatan pengelolaan persampahan diantaranya untuk pembangunan dan pemeliharaan TPST, Pengadaan Arm roll serta anggaran operasional UPTD Pengelolaan Sampah," pungkasnya. (adv/rof)
Editor : Hany Akasah