GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik berencana melaunching bus tanpa atap sebagai fasilitas baru di area kawasan wisata heritage Bandar Grissee. Sejatinya bus dengan kapasitas 40 penumpang itu dilaunching pada Sabtu, (02/09) malam namun rencana itu masih akan disempurnakan lantaran adanya sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Imam Basuki mengatakan, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengajak para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Gresik merasakan sensasi naik bus tanpa atap.
Bupati dan para pejabat berkeliling menelusuri sejumlah ruas kota tua seperti di Jalan Basuki Rahmat, Jl Aks Tubun Jl KH Zubair, Jl Agus Salim dan berhenti di Gedung Nasional Indonesia (GNI).
"Beberapa titik yang masih harus dilakukan penataan agar bus bisa melintas lancar tanpa terganggu kabel atau ranting pohon," ujar Imam Basuki.
Perihal kapan bus tersebut bisa dinaiki oleh masyarakat secara umum, Imam Basuki mengaku pihaknya belum mendapatkan informasi resmi dari Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Parekrafbudpora) Pemkab Gresik. Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang ingin menaiki bus wisata tanpa atap.
"Saat ini masih terus dimatangkan berbagai persiapan dan sarana penunjangnya," imbuhnya,
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bandar Grissee, Imam Wahyu mengatakan, pihaknya sudah dahulu mencoba rute yang akan dilalui oleh bus wisata. Antara lain Jalan KH Zubair, Aks Tubun, Agus Salim, Malik Ibrahim, KH Wakhid Hasyim, Setia Budhi, Raden Santri dan Basuki Rahmat.
"Setelah uji coba perdana ini kemarin kami telah mencatat titik mana saja yang terdapat kendala untuk Disparekrafbudpora," kata Wahyu.
Adapun kendala yang ditemui antara lain terdapat beberapa titik jalan yang menyempit akibat banyaknya kendaraan parkir sembarangan dan banyaknya kabel yang menjuntai ke bawah sehingga membuat bus tidak bisa melintas. Wahyu pun memastikan, operasional bus tanpa atap nanti akan dilakukan setelah semua kendala yang dihadapi tuntas diselesaikan. Sehingga dia meminta masyarakat untuk bersabar sembari menunggu tahap penyempurnaan.
"Antusiame masyarakat dengan hadirnya bus tanpa atap ini sangat tinggi. Namun tetap saja karena kabel-kabel yang dilapangan ini milik beberapa perusahaan sehingga harus dikoordinasikan," tandasnya. (fir/han)
Editor : Hany Akasah