Informasi yang dihimpun razia gabungan dengan berjumlah ratusan anggota TNI - Polri ini, dilakukan untuk berjaga mengantisipasi adanya konvoi kendaraan yang hendak menuju acara pengesahan warga PSHT yang dipusatkan di Surabaya.
Saat melakukan razia pengendara motor anggota gabungan menemukan sejumlah botol yang diduga minuman keras (miras) jenis arak dan anggur merah yang dibawah oleh pengendara motor.
Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan razia gabungan itu untuk memastikan di wilayah Gresik kondusif. “Penyekatan dilakukan hingga (29/7) pagi demi terciptanya keamanan di wilayah Gresik," ujarnya, Minggu (30/7).
Anggotanya dikerahkan di wilayah perbatasan Gresik menuju Surabaya. Petugas melakukan pengecekan setiap kendaraan yang melintas.
"Saya ucapkan terimakasih kepada semua unsur yang terlibat, alhamdulilah wilayah Kabupaten Gresik kondusif," jelasnya.
Dalam penyekatan jelang pengesahan warga baru PSHT, Polres Gresik berkoordinasi dengan semua pihak. Termasuk dengan ketua PSHT Gresik dan pengurusnya.
"Kami mengimbau warga PSHT Gresik agar tidak menghadiri giat di Surabaya, kami juga melakukan penyekatan di sejumlah titik," tuturnya.
Penyekatan mulai dari perbatasan Duduk Sampean (Gresik -Lamongan), penyekatan Perbatasan Balongpanggang (Gresik-Lamongan), Simpang Tiga Morowudi, Cerme, Terminal Bunder, penyekatan simpang Nippon Paint, penyekatan di Kepatihan Menganti dan penyekatan Driyorejo.
"Total personel yang ditugaskan Polres Gresik sebanyak 650 personel dan 50 personel dari Kodim 0817 Gresik, " pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah