Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

DPMPTSP Gresik Akhirnya Segel Belasan Reklame Bodong

Hany Akasah • Senin, 12 Juni 2023 | 16:30 WIB
DISEGEL: DPMPTSP Gresik melakukan tindakan tegas dengan menyegel reklame yang tidak berizin. (Ist/Radar Gresik)
DISEGEL: DPMPTSP Gresik melakukan tindakan tegas dengan menyegel reklame yang tidak berizin. (Ist/Radar Gresik)
GRESIK - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik membuktikan janjinya untuk menindak puluhan papan reklame yang tidak berizin di Kabupaten Gresik. Tindakan itu diwujudkan dengan menempelkan stiker yang bertuliskan reklame belum berizin pada tiang reklame.

Kegiatan pemasangan stiker dilakukan petugas DPMPTSP Gresik, kemarin. Tercatat dalam operasi kali ini ada belasan reklame belum berizin yang ditempeli stiker oleh petugas.

Kepala DPMPTSP Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo mengatakan, tindakan penempelan stiker pada reklame yang tidak berizin menjadi upaya DPMPTSP Gresik untuk mengejar target pendapatan daerah.

"Ada retribusi PBG dan SLF yang harus dipenuhi oleh pemilik reklame. Jika mereka mendirikan bangunan seenaknya maka target pendapatan daerah berpotensi tidak tercapai," kata Agung.

Adapun sasaran reklame yang ditempeli stiker oleh DPMPTSP Gresik antara lain reklame Simpang Lima Petrokimia, reklame perempatan Sentolang, reklame di Jalan Jawa GKB yang baru saja dibangun serta sejumlah reklame di jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo.

"Setelah menempelkan reklame ini kami akan memberikan surat panggilan kepada para pemilik. Jika tidak diindahkan maka kami terpaksa akan memberikan surat permohonan kepada Satpol PP Pemkab Gresik untuk ditertibkan," tegas Agung.

Sebelumnya diberitakan, DPMPTSP menyoroti adanya dua reklame baru yang berdiri di Perum Gresik Kota Baru (GKB). Dua reklame belum memiliki izin itu selain menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat juga dianggap melanggar sejumlah aturan.



Reklame pertama terletak di bengkel cuci mobil Jalan Jawa GKB. Kehadiran reklame di depan lembaga pendidikan SMP Muhammadiyah 12 GKB itu mengundang kontroversi. Bagaimana tidak, sang pemilik reklame tidak mengindahkan larangan pemasangan materi rokok di dekat lembaga pendidikan. Alhasil, majelis pendidikan Muhammadiyah Gresik melayangkan protes kepada Pemerintah daerah dan brand rokok yang beriklan. Tidak butuh waktu lama, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Gresik akhirnya bertindak dan menurunkan materi reklame.

Hanya berselang dua minggu, pengusaha reklame lain nekat mendirikan tiang reklame baru di Jalan Jawa. Kali ini lokasinya hanya berjarak 300 meter dari reklame sebelumnya. Hal inipun menuai protes dan kecaman dari masyarakat, sebab dianggap melanggar aturan tentang Ruang Milik Jalan (Rumija). Bahkan, pantauan Radar Gresik dilapangan, papan reklame yang digunakan untuk alas materi iklan lokasinya menjorok hingga ke tengah jalan raya.

Baca Juga : Ganggu Kenyamanan, DPMPTSP Bakal Razia Reklame Bodong

Baca Juga : Percepat Investasi, DPMPTSP Gresik Luncurkan Loket Khusus PBG dan SLF

Diharapkan adanya stiker yang ditempelkan tersebut, para pemilik reklame dapat segera melengkapi proses perizinan serta menjadi perhatian bagi klien yang akan menempatkan materi promosinya.(fir/han) Editor : Hany Akasah
#Reklame Bodong #DPMPTSP Gresik