Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Gresik Lulus mengatakan, pihaknya kembali melakukan komunikasi dengan para calon jamaah haji (CJH) sebelum berangkat. Yakni agar jamaah mempersiapkan perbelakan dengan matang. Terutama dokumen penunjang untuk ibadah haji.
Baca Juga : Perpanjangan Ditutup, 370 Calon Jamaah Haji Gresik Belum Lunasi BPIH
“Kemarin kami melakukan breafing sebelum keberangkatan melalui daring. Untuk para petugas agar teliti melalukan pengecekan bus sebelum ditinggalkan oleh jamaah,” ujarnya.
Dikatakan, pada tahun 2023 ini terdapat 2.065 jamaah haji yang berangkat ke tanah suci. Jumlah itu terbagi menjadi 10 kloter keberangkatan. Saat ini baru ada satu kloter yang sudah berangkat pada 26 Mei lalu.
Pada pemberangkatan pertama, imbuh Lulus, tidak ada jamaah asal Gresik yang dinyatakan gagal berangkat. Sebanyak 445 jamaah yang berangkat di kloter pertama telah sampai di Arab Saudi. “Untuk gagal berangkat tidak ada. Karena itu sembilan kloter berikutnya, kami imbau untuk memeriksa barang bawaannya terutama dokumen haji,” katanya.
Baca Juga : Ratusan Jamaah Haji dari Gresik Bakal Berangkat Hari Ini
Untuk keberangkatan berikutnya akan dilakukan pada 6 Juni dengan jumlah 57 jamaah. Sebelum berangkat, para jamaah di hari sebelumnya akan mengumpulkan koper besar di titik keberangkatan masing-masing. “Sebelum menyerahkan koper ini juga perlu diperiksa,” imbuhnya. (rof) Editor : Hany Akasah