Kepala Bidang Tata Kelola Prasarana Perhubungan Dishub Pemkab Gresik Arditra Risdiansah mengatakan, sejak diterapkan kembali parkir tunai setoran yang masuk ke Dishub kembali normal. Untuk mendukung sistem pembayaran parkir secara tunai ini, Dishub menggalakan sosialisasi gerakan meminta karcis (Gemas). “Ini kami pasang disemua titik parkir dengan banner. Agar masyarakat meminta karcis,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut dia, dengan meminta karcis, imbuh Arditra, kebocoran dari retribusi parkir TJU ini bisa ditekan. Sehingga perlu adanya peran aktif masyarakat ketika menggunakan jasa parkir TJU. “Jadi jangan mau apabila parkir tidak diberi karcis. Ini untuk mencegah adanya kebocoran,” terangnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan potensi parkir tepi jalan umum di Gresik harusnya bisa lebih besar. Hanya saja pengelolaannya masih kurang maksimal. "Dulu parkir tunai tidak berhasil diganti parkir non tunai. Harapannya bisa meningkat. Ternyata malah berkurang. Sekarang balik lagi ke tunai," ujarnya.
Menurut dia, dengan balik lagi ketunai tidak ada jaminan pendapatan parkir tidak bocor dan memenuhi target. Untuk itu, pihaknya meminta agar pengelolaan parkir diserahkan kepada pihak ketiga seperti daerah lain. "Kita tinggal tetapkan targetnya. Kemudian dilelang kepada pihak ketiga. Uang bisa masuk ke KAS daerah lebih awal," terangnya.
Ia menambahkan, dengan kerjasama pihak ketiga pihaknya yakin tidak akan bocor. Karena uang langsung masuk dari pihak ketiga ke rekening daerah. "Kalau masih tunai dan non tunai, tidak ada jaminan tidak bocor," imbuhnya. (rof) Editor : Hany Akasah