Berbagai even digelar untuk menyemarakkan peresmian Bandar Grissee sebagai destinasi Wisata Kota Tua yang fenomenal dan penuh sejarah di Kabupaten Gresik. Di antaranya, launching Tenun Gresik, pameran UMKM, tari-tarian, fashion show, salawatan, safari Bandar Grissee, fun bike, pesta kembang api, pemberian hadiah videografi Kota Tua, Damar Kurung Painting dan lain-lainnya. Bahkan yang tak kalah meriah, tampil komika dari Dodit Mulyanto, Dwi Sasono. Suasana Kota Tua karena grup musik tradisional Klantink mewarnai peluncuran Bandar Grissee. Tamu spesial yang hadir saat peresmian Bandar Grisse yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Walikota Surabaya Eri Cahyadi beserta seluruh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten / Kota se-Jawa Timur, Direktur pengawas LIK2 dan Manajemen strategi OJK, perwakilan Konjen Australia dan Jepang, serta Balai Sarana Permukiman Wilayah Jatim Kementrian PUPR.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno mengaku sangat terkesan atas launching Bandar Grisse . “Saya ucapkan terima kasih juga kepada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan olahraga Kabupaten Gresik atas inisiatif Festival Kota Tua Bandar Grissee,” kata Sandiaga.
Dengan kemeriahan tersebut, Menteri Sandiaga Uno memastikan jika Wisata Heritage Bandar Grisse harus menjadi agenda yang tercatat dalam Kharisma Even Nasional Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif . “Karena ini adalah sebuah inisiasi yang menjadi geliat ekonomi kepada masyarakat. Festival ini juga menghidupkan UMKM, wisata kuliner, termasuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang mana industri pariwisata sudah mulai bangkit,” kata Sandiaga Uno.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab Gresik berterima kasih sekali kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung peresmian Bandar Grisse mulai dari Menteri PUPR budayawan, kesenian, tim KOTAKU, UMKM. “Semoga mulai malam ini sudah bisa dinikmati bersama Bandar Grisse,” kata Gus Yani sapaan Fandi Akhmad Yani.
Selama tiga hari berturut-turut tiada kegiatan yang tak meriah. Yang paling menyita masyarakat tampil fashion show oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka tampil menggunakan kostum budaya yaitu Pribumi, Pecinan, Arab dan Kolonial.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan Bandar Grissee akan menjadi salah satu ikon budaya dan toleransi terbaik di Kabupaten Gresik. “Menurut beberapa literatur, Bandar Grissee sendiri sudah ada sejak sekitar tahun 1.400 M, merujuk pada zaman Sunan Giri. Dinamakan Bandar karena lokasinya yang dekat dengan pelabuhan. Sedangkan Grissee yang merujuk pada sebutan Gresik saat jaman kolonial. Perancangan tempatnya sendiri berdasarkan potret gambar yang telah ada sejak dulu,” jelas Aminatun.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Ir. Achmad Washil Miftahul Rachman memaparkan laporan bahwa kawasan Kota Tua Heritage Bandar Grissee memiliki keanekaragaman budaya. Di antaranya mulai multi etnik, bahasa, agama serta adat istiadat yang terdiri dari sekitar 60 hektar dan terbagi atas tua area permukiman dan lima etnis yaitu Arab, Pecinan, Kolonial, Pribumi dan Peranakan yang terbagi dalam era masing masing. (nov/han) Editor : Hany Akasah