Seremonial pembukaan rangkaian acara hari jadi IPPAT Pengda Gresik digelar Rumah Makan Pak Elan II pada hari Sabtu (03/09) pukul 07.00 pagi. Acara diawali dengan senam bersama anggota IPPAT Pengda Gresik dan mitrakerja seperti Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Usai senam, para peserta diajak berkompetisi lomba masak dan menghias tumpeng. Khusus untuk lomba masak diikuti oleh 8 tim yang terdiri dari anggota IPPAT, pegawai BPN dan ASN BPPKAD. Sedangkan untuk lomba menghias tumpeng diikuti lima tim. Dalam perlombaan, tim juri memberikan waktu selama 45 menit, tak ayal, para notaris yang biasanya bergelut dengan aktivitas administrasi pertanahan maupun produk hukum dibuat sibuk menyajikan hidangan terbaik.
Ketua Pengda IPPAT Gresik, Sulikarmiati mengungkapkan, kegiatan lomba masak dan menghias tumpeng merupakan satu dari sekian banyak rangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka menyemarkkan hari jadi IPPAT ke-35.
"Kegiatan lomba hari ini merupakan pembuka dari serangkaian kegiatan yang akan kita lakukan kedepan. Lewat momen lomba ini kami berharap bisa menumbuhkan kebersamaan dan kekompakan antar anggota IPPAT Pengda Gresik," ujar Suli.
Dikatakan, pada lomba masak peserta dituntut bisa menyajikan aneka menu nasi goreng dengan bahan yang telah disiapkan oleh panitia lomba. Menurut Suli (sapaan akrabnya), dipilihnya nasi goreng sebagai menu kompetisi memiliki simbol jika makanan tersebut meskipun terdiri dari berbagai macam bahan namun tetap enak dinikmati saat dimasak dalam satu wajan.
"Filosofi itu seperti yang dilakukan anggota IPPAT selama ini. Memiliki sinergitas yang baik dengan siapapun berelasi. Baik pemerintah daerah, BPN, instansi vertikal maupun aparat penegak hukum," katanya.
Filosofi yang sama, lanjut Suli, juga ingin disampaikan oleh panitia lewat lomba menghias tumpeng. Menurutnya lomba ini membutuhkan ketelitian, kreativitas dan inovasi namun tetap tidak boleh menabrak pakem dan komponen di dalam tumpeng. Hal itu seperti profesi IPPAT yang membutuhkan ketelitian dalam menyusun kalimat hukum agar mudah dipahami dan dimengerti namun tidak melanggar hukum.
"Tumpeng yang dihias harus manis dan sedap dipandang. Seperti kita mengukir bahasa hukum yang membutuhkan ketelitian agar tidak ada celah hukum," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana HUT IPPAT ke-35 Pengda Gresik, Raditya Eko Hartanto menambahkan, peserta lomba masak diikuti anggota laki-laki sedangkan lomba menghias tumpeng dikhususkan untuk anggota perempuan.
"Kalau lomba masak pesertanya ibu-ibu notaris mungkin kurang menarik, jadi kami buat peserta lomba masak ini bapak-bapak," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Didit Bandeng itu mengaku, selain lomba masak dan menghias tumpeng dalam menyemarkaan HUT IPPAT ke 35 pihaknya juga menyiapkan lomba-lomba lain seperti lomba futsal, tenis meja dan bulu tangkis yang akan digelar pada tanggal (17/09) mendatang di lapangan olahraga Bintang Sport Centre.
"Untuk puncak acara HUT IPPAT rencananya akan kami gelar bulan depan. Mudah-mudahan kegiatan melalui lomba ini kekompakan dan soliditas antar anggota terjaga selamanya," pungkas Ketua Bidang Olahraga, Ekonomi dan Dana Usaha Pengda Gresik itu. (fir/han) Editor : Hany Akasah