Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan setelah terpasang 4.500 sambungan rumah selanjutnya akan diteruskan oleh PDAM dalam menyediakan fasilitas air bersih.
“Mudah-mudahan dengan pemerintah daerah yang menunjuk Perumda Giri Tirta selaku perumda penyedia air bersih, tahun 2022 air bisa langsung keluar di Desa Kedanyang. Jadi apa yang diharapkan masyarakat bisa benar-benar terealisasi,” kata Bupati Yani.
Sementara itu, Kepala Desa Kedanyang, Ahmad Mustofa, bersyukur harapan warganya selama puluhan tahun akhirnya terwujud.
“Saya turut merasa bersyukur sekali, karena setelah 30 tahun lamanya setiap hari khususnya di musim kemarau menanggung pengeluaran yang lebih dalam hal air bersih. Serapan air berkurang dan sumur-sumur mulai kering, jadi pembangunan jaringan perpipaan air bersih ini sangat kita perlukan,” ujarnya, Selasa (05/07)
Sementara itu, Ali Sugiarto warga Perum Kedanyang, Jalan Gunung Kelud RT 02 RW 04 Gresik. Sejak menempati rumahnya 20 tahun lalu, baru kali ini dia bisa menikmati air bersih.
“Dulu sebagian besar warga yang tinggal di Perum Kedanyang mengandalkan sumur serapan. Jika di musim kemarau airnya berkurang. Dengan masuknya jaringan pipa air dari PDAM sangat ditunggu oleh warga,” katanya.
Di tempat lain, Dirut Perumda Giri Tirta (PDAM) Gresik, Kurnia Suryandi menuturkan, pembangunan jaringan perpipaan air bersih sepanjang 25,90 kilometer serta sambungan ke rumah gratis ini merupakan jawaban atas harapan masyarakat Desa Kedanyang.
“Warga Desa Kedanyang 30 tahun mengalami permasalahan kesulitan air bersih utamanya saat musim kemarau,” ungkapnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah