Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Banjir Rob Meluas, Dua Desa di Kecamatan Gresik Terendam

Hany Akasah • Sabtu, 18 Juni 2022 | 12:00 WIB
dua desa yang terendam banjir Rob yakni Desa Pulopancikan dan Kelurahan Lumpur. (Dok./Radar Gresik)
dua desa yang terendam banjir Rob yakni Desa Pulopancikan dan Kelurahan Lumpur. (Dok./Radar Gresik)
GRESIK - Banjir air Rob kembali melanda Kabupaten Gresik selama beberapa hari terakhir. Yang terbaru dua desa di Kecamatan Gresik kota terendam air rob. Bahkan ketinggian air rob mencapai 50 centi meter. Hal ini tentu menjadi banjir Rob terparah yang pernah melanda Kecamatan Gresik.

Camat Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo mengatakan, dua desa yang terendam banjir Rob yakni Desa Pulopancikan dan Kelurahan Lumpur. "Sudah dua hari banjir merendam kedua desa itu. Warga sudah kami himbau agar menyediakan air bersih yang cukup untuk membasuh tangan dan kaki agar tidak mengalami gatal," ujarnya.

Menurut Agung banjir Rob biasanya datang sekitar pukul 10.00 - 11.00 WIB. Selanjutnya surut sekitar pukul 14.00 WIB. Dua desa yang mengalami musibah banjir rob terletak dengan pesisir Gresik. Berbagai upaya sudah dilakukan omeg warga setempat mulai dari menutup saluran air hingga berupaya mengalirkan air ke tanah melalui pompa agar tidak masuk ke rumah.

"Bau airnya kurang sedap dan tidak jarang membawa kotoran dari laut makanya pintu air ditutup agar kotoran tersaring dan tidak sampai masuk ke lingkungan," imbuhnya.



Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik menyebut jika banjir Rob semakin meluas menjadi lima kecamatan, yakni Kecamatan Manyar, Gresik, Kebomas, Ujungpangkah dan Bungah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Sagito mengatakan, sehari sebelumnya, banjir rob hanya melanda perkampungan warga di Kecamatan Manyar, Gresik, Ujungpangkah dan Kebomas. "Hari ini ada tiga desa di Kecamatan Bungah yang turut tergenang akibat pasang air laut, ada Desa Tanjung Widoro, Kramat dan Watuagung," ujar Tarso.

Berdasarkan hasil monitoring, di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, jalan lingkungan sepanjang 2000 meter tergenang air setinggi 30 sentimeter. Sebanyak 280 rumah warga tergenang  20 sentimeter. 60 hektare tambak juga ikut tergenang, dua musala dan dua sekolah tergenang sampai 20 sentimeter.

Kemudian di Kecamatan Kebomas, Desa Sukorejo, sebanyak 25 rumah tergenang sampai 25 sentimeter, satu warung tergenang dan jalan lingkungan sepanjang 50 meter tergenang sampai 40 sentimeter.



Di wilayah utara, Kecamatan Ujungpangkah ada dua desa yang terdampak. Desa Pangkah Wetan, jalan lingkungan sepanjang 300 meter tergenang sampai 20 sentimeter. Desa Pangkah Kulon Jalan Lingkungan sepanjang 800 meter tergenang sampai 25 sentimeter.

Paling parah di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Desa Tajung Widoro, sebanyak 20 rumah tergenang sampai 20 sentimeter, TPI tergenang 20 sentimeter, jalan lingkungan sepanjang 300 meter tergenang sampai 30 sentimeter dan 317 hektare tambak tergenang

Baca juga : Puncak Banjir Rob Pertengahan Bulan, BPBD Minta Warga Pesisir Waspada

Baca juga : Waspada Banjir Rob, Satpolairud Minta Penumpang Pakai Jaket Pelampung

Kemudian di Desa Kramat, 50 hektare tambak tergenang. Tanggul tambak yang berbatasan langsung dengan laut dalam kondisi kritis, sebagian sudah jebol terdampak pasang laut dan terkena ombak.

Terakhir, di Desa Watuagung, sebanyak 264 hektare tambak tergenang. TPI tergenang 40 sentimeter dan jalan lingkungan sepanjang 300 meter tergenang sampai 15 sentimeter.

"Kami terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa terdampak. Monitoring dampak banjir rob dan monitoring pasang surut laut," tutup Tarso. (fir/han) Editor : Hany Akasah
#BPBD Gresik #banjir rob #Kecamatan Gresik