Sutiah, warga Jalan Dr Soetomo, Tlogopatut Gresik mengungkapkan, dirinya kaget saat melihat estimasi keberangkatan haji di aplikasi Haji Pintar. Dalam aplikasi itu, Sutiah diketahui akan berangkat pada tahun 2038 atau mundur 10 tahun dari jadwal sebelumnya tahun 2028.
"Karena haji tahun ini dibuka akhirnya saya meminta anak saya untuk melihat estimasi keberangkatan. Alangkah kagetnya saya ternyata mundur hingga 10 tahun dari estimasi kenerangkatan sebelumnya," ujarnya saat ditemui di kantor Kemenag Gresik.
Perempuan 54 tahun itu mengaku, dirinya menantikan bisa beribadah ditanah suci sejak tahun 2015. Nah, sesuai estimasi awal dirinya berangkat pada tahun 2024 namun apabila estimasi keberangkatan mundur hingga 10 tahun lebih dia khawatir dengan kondisi kesehatannya.
"Jika dulu ada kebijakan dari pemerintah yang tua didahulukan kalau sekarang malah yang tua tidak diperbolehkan berangkat karena memiliki risiko. Jadi saya khawatir tidak bisa berangkat jika mundurnya terlalu jauh," tandasnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Umroh Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, Lulus meminta agar masyarakat tidak perlu panik dalam menyikapi semwrawutnya data porsi haji. Sebab, saat ini pemerintah masih melakukan penyusunan kembali data porsi haji paska dibukanya ibadah haji oleh Pemerintah Arab Saudi.
Baca juga : 1.068 CJH Gresik Ikuti Manasik Haji, Pastikan Jamaah di Bawah Usia 65
"Memang jika dilihat dari aplikasi haji pintar estimasinya keberangkatan para jamaah mundur sangat jauh. Bahkan yang daftar tahun ini bisa mundur 2090 karena keberangkatan tahun ini hanya 42 persen dari kuota," kata Lulus.
Untuk itu dia menghimbau agar masyarakat tenang sembari menunggu keberangkatan haji tahun ini. Lulus optimis Pemerintah pusat bisa melakukan penataan kembali porsi haji setelah seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini selesai. (fir/han) Editor : Hany Akasah