Manajer Humas dan SDM PT Wilmar Nabati Indonesia, Hartono Subeki berharap paska dicabutnya kebijakan HET minyak goreng kemasan, pemerintah agar gencar menggelar razia dipasaran.
"Saat ini banyak masyarakat yang beralih ke minyak curah. Nah khawatirnya ada yang memanfaatkannya dengan melakukan pembelian dalam jumlah banyak namun kemudian dikemas ulang," ujarnya.
Dikatakan, saat ini rata-rata harga minyakgoreng kemasan berkisar Rp 22.000 hingga Rp 30.000 per liter. Sementar dibandingkan minyak goreng curah ada selisih yang cukup besar hingga mencapai Rp 7.000 perliter.
"Selisih inilah yang menjadi potensi terjadinya kecurangan. Saat ini stok di pasar atau minimarket cukup banyak tersedia, namun sebaliknya penyedia minyak goreng curah yang kini gantian diserbu," imbuhnya.
Wilmar, kata Hartono, memenuhi supply minyak gorengnya ke minimarket dalam angka normal. Hal ini sebagai bentuk persiapan hari raya idul fitri atau lebaran.
Baca juga : 100 Ribu Warga Gresik Bakal Terima BLT Minyak Goreng
Hal yang sama disampaikan Manager Produksi PT Karunia Indah Alam Segar (KIAS) Andreas, menurutnya pengawasan terhadap distrubusi minyak goreng curah tidak boleh longgar.
"Secara prinsip kami mendukung kebijakan pemerintah. Namun demikian pengawasan dari berbagai lini juga harus terus dipedhatikan," kata Andreas. (fir/rof) Editor : Hany Akasah