Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno melalui Sekretaris SKK Migas, Taslim Yunus menuturkan, manajemen dan pejabat SKK Migas tidak hanya melakukan optimalisasi lifting dan pengukuran stock akhir tahun di lapangan, namun kunjungan kerja ini juga dibarengi dengan 'kick off' program pengeboran tahun 2022. “Awal, 1 Januari 2022, juga dilakukan lima kegiatan tajak sumur pengembangan pertama di tahun 2022," tuturnya
Menurutnya, untuk mengejar target lifting tahun 2022, pihaknya menargetkan sekitar 700 sumur dapat dibor pada tahun 2022. SKK Migas mencatat, per tanggal 29 Desember 2021 lifting minyak berada di angka 648 ribu BOPD (barel minyak per hari) dan gas sebesar 5.500 MMSCFD (standar kaki kubik per hari) dengan status stock lifting 4,02 juta barel. Dengan adanya optimalisasi akhir tahun serta pengurasan stock maka prognosa lifting pada akhir tahun 2021 menjadi 660 ribu BOPD untuk minyak dan 5.505 MMSCFD untuk gas.
Di tahun 2022 banyak aktivitas hulu migas akan dilaksanakan oleh Pertamina mengingat saat ini baru mengelola 70 persen dari seluruh Wilayah Kerja (WK) di Indonesia. Kinerja Pertamina akan memberikan dampak besar terhadap produksi dan lifting migas nasional. "Kami tetap optimistis target produksi 1 juta BOPD dan 12 BSCFD (miliar standar kaki kubik per hari) gas pada 2030 akan tercapai karena masih banyak WK di Indonesia yang memiliki potensi cekungan migas yang signifikan dan akan menjadi penopang produksi migas nasional dalam waktu yang panjang," ungkap Taslim Yunus.
Sementara itu, Dirut PT Saka Energi Indonesia (PGN SAKA) Avep Disasmita mengatakan, dua sumur yang memberi kontribusi terhadap capaian produksinya membantu lifting migas nasional. Kedua sumur itu yakni Lapangan Sidayu dan West Pangkah. "Dua lapangan itu menjadi back bone kami karena memberi kontribusi besar bagi Saka Energi Indonesia. Tahun 2022 juga fokus survei seismik terkait pengembangan eksplorasi sumur Tambak Boyo-3. Sehingga, masih banyak pilihan untuk ke depannya," katanya. (yud/han) Editor : Hany Akasah