Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Integrasi Wilayah Surabaya Raya, Optimalkan Angkutan Massal

Hany Akasah • Rabu, 8 Desember 2021 | 14:00 WIB
PERBAIKAN: Anggota Polsek Manyar mengatur lalu lintas saat pengerjaan proyek pelebaran Jembatan Tenger di Jalan Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Rabu (13/7).  (Ist./Radar Gresik)
PERBAIKAN: Anggota Polsek Manyar mengatur lalu lintas saat pengerjaan proyek pelebaran Jembatan Tenger di Jalan Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Rabu (13/7). (Ist./Radar Gresik)
GRESIK - Untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi bagi di wilayah Surabaya Raya yakni Gresik, Surabaya dan Sidoarjo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengoptimalkan penggunaan armada transportasi buy the service angkutan massal.

Kabid Angkatan Gresik Dinas Perhubungan Gresik (Dishub), Hufan Nur Dhianto mengatakan, Dishub Jatim bersama Dishub Gresik bakal mengoptimalkan program angkutan aglomerasi trans Jatim dengan rute Gresik, Surabaya dan Sidoarjo serta perjalanan pulang pergi (PP). “Tujuannya untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan membangkitkan angkutan kota dengan adanya bus trans Jawa Timur (Jatim),” kata Hufan.

Dipaparkannya, rute untuk angkutan umum yaitu terminal Porong Sidoarjo, Bungurasih dan Bunder Gresik. Sedangkan, rute di Gresik terdiri dari enam titik halte yakni terminal Bunder, pemda, Unmuh, RS Semen, Sentolang dan Gejos.  "Enam titik halte di Gresik akan dilewati bus tersebut. Selain itu juga untuk membangkitkan angkutan kota dengan mengambil penumpang di halte tersebut,"kata Hufan.

Tarif sekali jalan mencapai Rp 5 ribu dengan kapasitas penumpang 36 seat dengan 20 bus medium yang sudah disiapkan. "Kami berharap dengan adanya angkutan aglomerasi ini dapat menjadi bangkitan angkutan kota di jalur yang dilalui bus tersebut. Serta mengarahkan masyarakat untuk menggunakan angkutan umum, sehingga mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan mencegah kemacetan serta kecelakaan di berlalu lintas di jalan,"terangnya.

Sementara Sekretaris Dishub Gresik, Muhammad Amri mengatakan, sosialisasi atau survei halte akan dimulai Januari 2022, dilanjutkan pelaksanaannya Juni. “Tahap lelang dan kemungkinan Februari dan Maret 2022. Pelaksanaan dan operasional angkutan umum, Juni 2022,"tambah dia.

Diharapkan dengan sinergi tiga kota/kabupaten, transportasi umum dapat menunjang kemajuan ekonomi. "Kami berharap sinergi tiga kabupaten/kota untuk kemajuan transportasi di Jatim dan mengurangi kecelakaan berlalu lintas di jalan,"ungkapnya. (jar/han) Editor : Hany Akasah
#Kabupaten Gresik #radar gresik #gresik #kota gresik #Surabaya Raya #Dishub #Angkutan Massal