Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Intensitas Hujan Tinggi, Kali Lamong Mulai Meluap

Hany Akasah • Kamis, 4 November 2021 | 15:44 WIB
PANTAU KETINGGIAN: Salah satu personil trantib Kecamatan ikut melakukan pemantauan ketinggian debit air kali lamong yang mulai naik.(Firman/Radar Gresik)
PANTAU KETINGGIAN: Salah satu personil trantib Kecamatan ikut melakukan pemantauan ketinggian debit air kali lamong yang mulai naik.(Firman/Radar Gresik)
GRESIK - Tingginya curah hujan di Gresik belakangan ini membuat debit air Kali Lamong meningkat. Bahkan, sungai sepanjang 64 kilometer mulai meluap menggenangi jalan dan area persawanan di dua kecamatan.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik tercatat empat desa di Balongpanggang dan satu desa di Benjeng kebanjiran. Meski mulai menerjang, hal tersebut masih dirasa belum parah.

"Akibat hujan dengan intensitas lebat di wilayah hulu Kali Lamong kemarin, menyebabkan tinggi muka air Kali Lamong kemudian mengalami peningkatan signifikan," ujar Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito.

Untuk desa terdampak di Kecamatan Benjeng adalah, Desa Lundo. Luapan Kali Lamong membuat jalan lingkungan Desa Lundo tergenang air, dengan ketinggian mencapai 20 hingga 40 sentimeter sepanjang 300 meter. Termasuk, menggenangi area persawahan yang ada di desa setempat seluas 15 hektare.

"Empat desa di Kecamatan Balongpanggang yang tergenang, di Desa Dapet, Banjaragung, Sekarputih dan Wotansari," imbuh Tarso.

Untuk Desa Dapet, air menggenangi area persawahan seluas 5 hektare, dengan ketinggian sekitar 10 sampai 20 sentimeter.

Sementara di Desa Banjaragung, air merendam jalan lingkungan setinggi 15 hingga 30 sentimeter sepanjang 200 meter, dan juga area persawahan seluas 2 hektare.

Sedangkan di Desa Sekarputih, menyebabkan sepanjang 100 meter jalan lingkungan terendam air dengan ketinggian 10 sampai 15 sentimeter. Untuk Desa Wotansari, jalan lingkungan yang tergenang sepanjang 200 meter dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 30 sentimeter.

"Selain itu, jalan poros desa yang ada di Desa Wotansari juga tergenang air sepanjang 150 meter, area persawahan 11 hektare dan satu rumah warga," terangnya.

Melihat intensitas curah hujan yang mulai tinggi, jajaran BPBD Gresik juga terus melakukan koordinasi dengan Muspika Benjeng dan Balongpanggang. Termasuk, dengan Pemdes yang terdampak bencana guna pendataan dan monitoring lebih lanjut.

Tarso menyebut luapan Kali Lamong itu sudah menjadi momok tahunan warga Gresik selatan. Apabila musim hujan datang, Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, hingga Cerme memiliki potensi besar kebanjiran. Karena itu, dirinya saat ini sudah melakukan mitigasi daerah rawan bencana disana. Bahkan, sejumlah perahu darurat pun sudah berada di desa-desa.

“Petugas kami terus memantau ketinggian air di Kali Lamong, saat ini debit air kali sudah meningkat tapi di beberapa titik masih aman,” pungkasnya. (fir/rof) Editor : Hany Akasah
#Meluap #balongpanggang #KALI LAMONG #radar gresik #Intensitas #Tinggi #Hujan #Benjeng #Lamong #Mulai #Lamongan #gRESUIK